Kendari, Sultrademo.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Acara ini berlangsung di Hotel Claro selama dua hari, Senin 20 Januari hingga Selasa 21 Januari 2025, dengan tujuan meninjau jalannya setiap tahapan pemilu, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pemilu di masa depan.
Ketua KPU Sultra, Asril, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Pilkada 2024 di tengah berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa proses pemilu berjalan lancar, profesional, dan tetap mematuhi prinsip demokrasi yang transparan serta akuntabel, meskipun terdapat gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami bersyukur dan bangga karena mampu melaksanakan seluruh tahapan Pilkada 2024 dengan baik sesuai aturan. Meski ada tantangan, termasuk gugatan di MK, hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk bekerja profesional dan menjaga integritas pemilu,” ujar Asril.
Apresiasi untuk Sinergi Semua Pihak
Asril memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta pihak-pihak yang berkontribusi, seperti pemerintah daerah, aparat keamanan, media, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama solid dari semua pihak yang terlibat.
“Keberhasilan ini adalah hasil sinergi dan kolaborasi semua elemen. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap menjaga komitmen ini demi penyelenggaraan pemilu yang lebih baik hingga tahun 2028,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, KPU Sultra juga memberikan penghargaan kepada KPU kabupaten/kota yang mencatat tingkat partisipasi pemilih tertinggi. Asril mengapresiasi upaya maksimal dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.
“Penghargaan ini adalah bukti bahwa kerja keras dalam sosialisasi dan edukasi politik membuahkan hasil positif. Kami harap ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Asril.
Evaluasi dan Perbaikan untuk Pemilu Mendatang
Rapat evaluasi ini membahas berbagai aspek teknis dan strategis, seperti peningkatan partisipasi pemilih, efisiensi distribusi logistik, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penyelenggara, serta optimalisasi teknologi informasi dalam proses pemilu.
Asril menyebutkan bahwa Pilkada 2024 mencatat angka partisipasi pemilih yang cukup tinggi dibandingkan pemilu sebelumnya. Namun, ia menegaskan pentingnya terus meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi politik yang lebih masif.
“Partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 cukup menggembirakan, tetapi kami tidak boleh berpuas diri. Edukasi politik yang inklusif dan efektif tetap menjadi prioritas kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Asril.
Selain itu, aspek pengamanan pemilu juga menjadi sorotan. KPU Sultra bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memastikan stabilitas keamanan selama proses pemilu. Menurut Asril, stabilitas keamanan adalah faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan pemilu.
“Kami berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah bekerja keras menjaga keamanan selama Pilkada berlangsung. Sinergi ini harus terus dipertahankan untuk memastikan kelancaran pemilu berikutnya,” ujarnya.
Peran Media dalam Demokrasi
Asril juga menyoroti peran penting media dalam menjaga transparansi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu. Ia menyampaikan harapan agar hubungan baik antara KPU dan media terus terjalin.
“Media memiliki peran strategis dalam mendukung keterbukaan informasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Kami berharap media terus menjadi mitra dalam mengawal demokrasi yang sehat dan berintegritas,” ungkapnya.
Di akhir rapat evaluasi, Asril menegaskan komitmen KPU Sultra untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang damai dan berintegritas.
“Kami siap meningkatkan profesionalisme dan komitmen demi menghadirkan pemilu yang lebih baik. Mari kita bersama menjaga demokrasi agar semakin matang dan berkualitas,” tandasnya.
Rapat evaluasi ini dihadiri oleh seluruh komisioner KPU Sultra, perwakilan KPU kabupaten/kota, serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 17 kabupaten/kota di Sultra. Dengan evaluasi yang menyeluruh, KPU Sultra optimis dapat terus meningkatkan kualitas demokrasi di bumi anoa.










