Andoolo, Sultrademo.co- Nama Bupati Konsel, Surunuddin Dangga yang juga sebagai bakal calon Pilkada Konawe Selatan 9 Desember mendatang diduga terseret dalam dugaan transaksi mahar politik.

Hal itu terkuak, setelah kuasa hukum Surunuddin melaporkan Ketua DPD Hanura Sultra, Wa Ode Nurhayati atau yang akrab disapa WON ke Polda Sultra perihal penipuan.

Dimana dalam substansi laporan atau aduan itu, Surunuddin telah menyetorkan uang ratusan juta ke WON sebagai mahar atau tebusan menggunakan pintu partai Hanura pada Pilkada mendatang.

Berkaitan dengan aduan yang sudah mencuat ke publik itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Konsel telah menjadikannya informasi awal untuk melakukan investigasi.

Hal itu dikatakan Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Konsel, Awaluddin AK.

Kata dia, berkenaan dengan peristiwa a quo yang hubungan hukumnya terdapat norma pengaturan dalam Pemilihan Kepala Daerah pada pasal 47 ayat (1), (4) &dan (5) UU nomor 8 tahun 2015, dan ketentuan Pidananya pada pasal 187B UU 10/2016 jo pasal 47 ayat (1) UU 8/2015 dan/atau pasal 187C UU 10/2016 jo pasal 47 ayat (5) UU 8/2015, Bawaslu Konawe Selatan menjadikannya sebagai informasi awal dugaan pelanggaran pidana pemilihan/Pilkada dan dilakukan penelusuran atau menginvestigasi termasuk memanggil atau menemui langsung para pihak untuk pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dalam rangka menentukan proses tindak lanjutnya di Gakkumdu Konawe Selatan.

Saat ini, lanjut dia, berdasarkan pasal 16 Peraturan Bersama Ketua Bawaslu RI No 5/2020, KAPOLRI No 1/2020 & Jaksa Agung RI No 14/2020, Bawaslu Konawe Selatan dalam penelusuran telah didampingi oleh Gakkumdu Konawe Selatan dari unsur Penyidik dan Jaksa untuk mengidentifikasi, verifikasi dan konsultasi terkait keterpenuhan syarat formil dan materiil sebelum menentukan apakah dapat atau tidak menerima serta menetapkan dan diregisterasinya sebagai temuan dugaan Pelanggaran Pidana Pemilihan/Pilkada khusunya terkait peristiwa a quo dalam pleno Bawaslu Konawe Selatan.

Baca Juga :  Ini Update Kasus Covid-19 Sultra Per 14 September

“Bukti laporan diatas tentu sangat membantu Bawaslu Konawe Selatan bersama Gakkumdu dalam melakukan verifikasi materiil untuk menentukan dapat tidaknyakah peristiwa a quo ditetapkan/diregisterasi sebagai temuan dugaan Pelanggaran Pidana Pemilihan,”katanya.

Terkait keterpenuhan unsur pasal yang diduga dilanggar kaitan dengan peristiwa dimaksud, Mantan Ketua BEM STAIN Kendari itu mengaku belum bisa menyampaikan.

Sebab, pihaknya baru akan menguji dan membahas ketika telah masuk pada tahap Gelar Perkara di Gakkumdu.

“Dan pengkajian di Bawaslu Konawe Selatan, tentunya setelah ditetapkan dan diregisterasi,” tutupnya.

Sebagai informasi, adanya laporan polisi pihak Surunuddin melaporkan WON, disebabkan oleh mahar politik yang sudah disetorkan ke WON sebagai tebusan menggunakan partai Hanura. Alih-alih Hanura justru menjatuhkan rekomendasi kepada calon lain, yakni Rusmin Abdul Gani.

Sementara, uang dugaan mahar yang sudah disetorkan Surunuddin itu kepada WON tidak atau belum dikembalikan.

Sementara itu, dilansir dari media lokal, WON justru menantang pihak Surunuddin untuk membuktikan laporan itu. Ditambah lagi sekretaris Hanura yang menampik jika Partai Hanura tidak pernah meminta atau memberlakukan mahar sebagai syarat memperoleh dukungan atau rekomendasi partai. (AK)

Komentar