Tekan Angka Stunting, KPPPA dan P3A PPKB Sosialisasi ASI Eksklusif

  • Whatsapp

KENDARI, Sultrademo.co- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak (KPPPA) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3PPKB) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengelar Sosialisasi ASI Eksklusif, Gizi Berimbang, dan Pembatasan Gula Garam Lemak (GGL) bagi keluarga sebagai pelopor dan pelapor (2p).

Asisten Deputi Pemenuhan Hak
Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan, KPPPA, Hendra Jamal mengatakan Indonesia masih masuk 20 negara angka stunting tertinggi di dunia, untuk itu, tahun 2024 di periode ke dua Jokowi, pihaknya inggin menurunkan stunting dibawah 20% yaitu dengan cara sosialisasi secara terus menerus.

Bacaan Lainnya

“Di tahun 2019 hingga 2023 akan ada 160 desa dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi prioritas untuk menurunkan angka stunting. Salah satunya di Sultra, akan ada 10 Desa yang menjadi sasaran sosialisasi,” katanya.

Dia mengimbau khusunya kepada ibu-ibu dan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya, dan tidak lupa meminum tablet darahnya, menjauhkan kandungan dari asap rokok, dan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak atau bayi.

Ditempat yang sama, Kadis P3A PPKB Sultra Andi Tenri Rawe Silondae mengatakan, untuk menurunkan angka stunting, Pemrov telah mengeluarkan kebijakan dan implementasi berbagai program riil bagi anak di Sultra. Salah satunya mengeluarkan kebijakan wajib belajar 12 tahun untuk pendidikan informal dan eksternal.

“Beberapa kebijakan yang sudah dikeluarkan pihak pemrov adalah membentuk tim teknis, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TPA), pembentukan pengurus forum anak daerah, pembentukan UPTD PPA, pembentukan forum Puspa Sultra, dan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan,” tutup Tenri di salah satu hotel di Kendari.

Laporan : Ilfa
Editor : AK

Pos terkait