Tiga BUMD Kendari Catat Lonjakan PAD pada 2025

Kendari, Sultrademo.co — Kinerja tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Kendari menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Pendapatan dari tiga perusahaan daerah tersebut naik dan turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kinerja para pimpinan baru yang dipercaya memimpin BUMD, yakni Ali Rahman, Ansar, dan Sukriyaman.

Bacaan Lainnya

“Ketiga perusahaan ini telah menjalankan amanah dengan baik. Hal itu terlihat dari peningkatan PAD yang dihasilkan masing-masing perusahaan daerah,” ujar Siska, Senin, (09/03/2026).

Salah satu capaian paling mencolok datang dari PT Perumda Aneka Usaha Kendari yang mengelola kawasan Anjungan Teluk Kendari. Jumlah pengunjung pada 2025 tercatat mencapai 18.618 orang, melonjak 364 persen dibandingkan 2024 yang hanya 2.295 pengunjung.

Lonjakan kunjungan tersebut berdampak langsung pada pendapatan perusahaan. PAD yang dihasilkan meningkat dari Rp39 juta pada 2024 menjadi Rp435 juta pada 2025.

Menurut Siska, perusahaan ini sebelumnya bahkan sempat direkomendasikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan untuk ditutup karena tidak adanya laporan pertanggungjawaban dari manajemen sebelumnya, meski telah menerima modal awal sebesar Rp3 miliar.

“Dengan reformasi kepemimpinan baru, menggunakan modal Rp39 juta dan modal berjalan Rp3 juta, perusahaan ini mampu menghasilkan Rp435 juta dalam satu tahun,” jelasnya.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari. PAD yang diperoleh meningkat dari Rp4,071 miliar pada 2024 menjadi Rp4,345 miliar pada 2025.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa memberikan profit yang lebih banyak lagi,” kata Siska.

Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kendari mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan dari 11.253 sambungan pada 2024 menjadi 12.929 sambungan pada 2025.

Pendapatan daerah dari perusahaan air minum tersebut juga naik dari Rp1,5 miliar menjadi Rp1,8 miliar. Bahkan, PDAM kini mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp300 juta setiap bulan.

“Sekarang gaji karyawan bisa dibayarkan tepat waktu, berbeda dengan sebelumnya yang sering menunggak dua hingga tiga bulan,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait