Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) terus berupaya secara intensif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi di tengah tantangan ekonomi, Senin, (13/01/25).
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang diadakan pada minggu kedua Januari 2025, sejumlah isu penting, seperti fluktuasi harga barang kebutuhan pokok dan langkah-langkah strategis untuk menstabilkan inflasi, menjadi perhatian utama.
Beberapa komoditas, seperti cabai, bawang merah, dan daging ayam, mengalami kenaikan harga yang signifikan akibat cuaca ekstrem dan gangguan distribusi.
Hal ini menjadi tantangan dalam menjaga daya beli masyarakat. Sebaliknya, harga komoditas lain seperti beras, minyak goreng, dan telur menunjukkan stabilitas atau penurunan, memberikan sedikit keseimbangan pada indeks harga konsumen.
Dalam rakor ini, TPID memaparkan keberhasilan pengendalian harga melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog dan distributor. Penguatan jaringan distribusi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam pengawasan harga.
Namun, tantangan tetap ada, terutama ketergantungan pada pasokan luar daerah yang rentan terhadap gangguan cuaca dan musim panen. TPID menyarankan langkah-langkah seperti diversifikasi sumber pasokan dan penyediaan cadangan pangan lokal sebagai mitigasi.
Peningkatan peran pasar tradisional juga menjadi poin penting dalam diskusi. Infrastruktur pasar yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi penyimpangan rantai pasokan, sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat bawah. Selain itu, evaluasi berkala terhadap kebijakan pengendalian inflasi diharapkan memastikan efektivitas langkah-langkah yang diambil.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini, menegaskan pentingnya upaya untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kebijakan pengendalian inflasi yang ada.
“Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar efektif dalam mengatasi fluktuasi harga yang merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Oleh karena itu, keberlanjutan koordinasi antara TPID dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian inflasi yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah, melalui rakor ini, diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan di sektor pangan dan distribusi, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pengendalian harga dan kebutuhan masyarakat akan akses pangan yang terjangkau.
Komitmen TPID dan instansi terkait dalam menghadapi tantangan distribusi dan pangan mencerminkan upaya bersama untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Langkah konkret dari pemerintah daerah diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi dinamika pasar yang terus berubah.
Laporan : Hani
Editor : UL










