Kendari, Sultrademo.co – Prestasi membanggakan ditorehkan SMA Negeri 4 Kendari tepat di perayaan ulang tahun emasnya yang ke-50. Sekolah favorit di Sulawesi Tenggara (Sultra) ini resmi memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penulisan esai terbanyak dalam satu sekolah.
Pengumuman rekor ini disampaikan di sela-sela perayaan HUT SMAN 4 Kendari yang berlangsung meriah di lapangan sekolah, Sabtu (20/12/2025).
Kepala SMAN 4 Kendari, Liyu, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, rekor ini merupakan sejarah baru karena menjadi yang pertama di Indonesia dilakukan oleh satuan pendidikan tingkat SMA dengan melibatkan guru dan siswa dalam satu atap.
“Di momen penerimaan Rekor MURI ini, kami mencatat sejarah sebagai yang pertama di Indonesia. Penulisnya sekitar 1.500 lebih, melibatkan guru dan siswa dalam satu sekolah,” ujar Liyu.
Liyu menjelaskan, ribuan esai tersebut bergenre naratif. Isinya mengangkat pengalaman pribadi siswa selama menempuh pendidikan di SMAN 4 Kendari, lengkap dengan harapan dan cita-cita mereka di masa depan.
Menariknya, proses kreatif ini dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu bulan. Sebagian besar siswa bahkan menuliskan karya mereka hanya dengan menggunakan telepon genggam (handphone).
“Karena esainya bersifat naratif dan berdasarkan pengalaman pribadi, maka tulisan-tulisan tersebut jauh dari unsur plagiarisme. Setiap siswa memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Liyu menuturkan bahwa pencapaian ini bukan sesuatu yang instan. Hal ini bermula dari program kokurikuler sekolah yang rutin dibina oleh guru Bahasa Indonesia dan guru mata pelajaran lainnya. Momentum HUT ke-50 kemudian menjadi panggung untuk memamerkan budaya literasi yang telah terbangun.
“Sebetulnya, untuk mendapatkan Rekor MURI ini tidak terlalu sulit bagi sekolah yang memiliki kebiasaan literasi yang baik. Tantangannya justru bagaimana mempertahankan dan mengembangkan budaya literasi tersebut ke depan,” tambahnya.
Pihak sekolah juga telah menyampaikan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara bahwa gerakan literasi ini akan terus dikembangkan sebagai pondasi pembentukan karakter siswa. Hal ini dinilai selaras dengan visi Sulawesi Tenggara yang maju, cerdas, dan sejahtera.
“Nilai-nilai yang ditanamkan melalui literasi ini selaras dengan visi Sulawesi Tenggara. Itu yang selalu kami dukung dan tanamkan di sekolah,” pungkas Liyu.
Editor: Muhammad Sulhijah
Laporan: Aji Said (Magang)

















