Tumpukan Sedimen Diduga Picu Banjir, Wali Kota Kendari Tinjau Langsung Lokasi di Wua-Wua

Kendari, Sultrademo.co — Siska Karina Imran menemukan adanya tumpukan sedimen dalam jumlah besar yang diduga menjadi penyebab utama banjir di Kelurahan Wua-Wua saat meninjau langsung lokasi terdampak di Jalan Budi Utomo, Senin (16/3/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota yang didampingi Wakil Wali Kota, Kapolres Kendari, Komandan Lanud Haluoleo, serta Sekda Kota Kendari melihat kondisi lahan kosong yang menyerupai cekungan besar dengan tanah berlumpur dan retak. Area itu tampak seperti kolam lumpur alami akibat endapan sedimen dari aliran tanah dan air di sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Di beberapa titik terlihat genangan lumpur berwarna kecokelatan, sementara bagian lain menunjukkan bekas erosi dengan alur-alur kecil. Pada bagian bawah cekungan, tampak aliran air kecil mengalir di antara tanah yang terkikis. Kontur tanah yang menurun memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut menjadi titik penampungan air saat hujan deras.

Wali Kota Siska menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan awal, banjir yang melanda permukiman warga dipicu oleh akumulasi sedimen dari aktivitas pengembangan perumahan di sekitar lokasi.

“Setelah kami cek, salah satu faktor utamanya adalah tumpukan sedimen yang sangat besar dari aktivitas pengembang perumahan. Ini yang kemudian menyebabkan banjir besar di wilayah ini,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa pengawasan terhadap aktivitas pembangunan selama ini belum berjalan maksimal, sehingga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar.

Menurutnya, kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi Pemerintah Kota Kendari untuk memperkuat sistem pengawasan ke depan agar kejadian serupa tidak terulang.

Dalam peninjauan itu, turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Perumahan Kota Kendari guna mengkaji langkah penanganan di lapangan.

Pemerintah Kota Kendari berencana segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemilik lahan, untuk melakukan penanganan menyeluruh. Langkah yang akan dilakukan mencakup normalisasi endapan sedimen serta penataan kembali sistem aliran air di kawasan tersebut.

Pemkot berharap upaya ini dapat mencegah potensi banjir di masa mendatang dan meminimalkan dampak bagi masyarakat sekitar.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait