Kendari, Sultrademo.co – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) telah usai menggelar Munas ke III bertempat di Hotel Aston Batam, provinsi Kepulauan Riau yang dimulai dari tanggal 23 sampai 24 Maret 2022 yang berlangsung sangat megah dibandingkan Munas sebelumya.
Munas LIRA ketiga dibuka oleh Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) Sidarto Danusubroto pada Rabu (23/03) dengan dihadiri seluruh pengurus dan anggota dari penjuru daerah di Indonesia mulai dari Gubernur LIRA, Bupati, dan Sekda.
Gubernur LIRA Sultra, Karmin.,SH mengatakan kehadiran Wantimpres menandakan bahwa LIRA yang telah memasuki usia ke 17 tahun sudah tidak diragukan eksistensinya.
“Sebagai lembaga swadaya masyarakat, sepak terjangnya tidak perlu diragukan, karena LIRA adalah lembaga yang selalu kritis dan solutif, ” ujar Karmin Selaku Gubernur Lira Sultra.
“Selaku Gubernur LIRA Sultra, saya ucapkan selamat kepada presiden LIRA terpilih Andi Safrani.SHI.MCCL sebagai presiden LIRA terpilih. Semoga dengan kepemimpinan baru LIRA bisa membawa warna baru bisa melanjutkan program lama dan juga menjadi lembaga yang solid lebih kokoh untuk melebarkan sayap-sayap sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” harap Karmin.
Sementara Presiden LIRA terpilih, Andi Syafrani.SHI.MCCL dalam wawancaranya mengatakan bahwa dirinya terpilih secara demokrasi melalui Munas LIRA ke III di Batam yang berlangsung selama 2 hari.
“Menjadi Presiden LIRA merupakan kebanggan tersendiri bagi saya sebab organisasi ini merupakan organisasi besar di Indonesia jadi saya ucapkan terimah kasih kepada panitia penyelenggara kebetulan samping kiri saya selaku Ketua OC Budi Sudarmawan dan disamping kanan saya adalah wakil ketua OC Munahar.S.Sos,” ungkap presiden LIRA terpilih.
“Perlu diketahui, bahwa LIRA adalah organisasi kemasyarakatan yang sudah terkenal dimasyarakat maupun di publik. Dimana LIRA dibentuk sedogahbermen yaitu struktur disamakan ada pemerintahan pusat dan daerah yaitu mulia dari Presiden atau ketua DPP, dan Gubernur atau ketua DPW, dan Bupati adalah ketua DPD, dan camat sampai Lurah yang tersebesar di Indonesia, maka LIRA ini sudah terkenal sejak 17 tahun lalu, ” tambahnya.
Salah satu fungsi dan tujuan LIRA adalah untuk mengawasi roda pemerintahan. Hal ini sebagai upaya mandiri LIRA serta menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
“Tentu kita sangat menyadari lembaga formal yang ada tidak semuanya bisa memfasilitasi rakyat untuk pemimpinnya, maka LIRA disitu hadir untuk menjembatani, ” ungkap Andi.
Lebih lanjut Andi Syafrani juga mengatakan bahwa ini sebuah kebanggan. Suksesnya pelaksanaan Munas tak lepas dari kerjasama seluruh panitia, OC dan SC.
“Munas Lira ke III Ini merupakan kebanggan kita dimana Munas berlangsung sangat baik, hangat, kekeluargaan tentu dengan hasil seperti ini LIRA kedepan bisa lebih solid.
Perlu diketahui bahwa Munas menghasilkan salah satunya adalah program dan rekomndasi baik eksternal maupun internal, Itu bukan milik saya tapi hasil kesepatakan bersama seluruh peserta yang sudah diplenokan dalam komisi-komisi awalnya dan ini adalah menjadi pegangan saya,” imbuhnya.
Menurut Andi, secara internal yang harus dilakukan kedepan tentu adalah mengembalikan martabat LIRA dengan dikokohkannya anggota diseluruh penjuru Nusantara. Dimana lembaga ini adalah lembaga yang pernah mendapatkan rekor muri , lembaga terbesar di Indonesia dan lembaga disegani dan dihargai.
Andi pun mengajak seluruh apengurus dan anggota LIRA, untuk fokus mengurus rumah tangga (LIRA), tanpa melihat dari sisi pencapaian dalam hal ini rekor muri seungga LIRA dapat berkembang sampai kepenjuru Nusantara.
Ditempat yang sama, Gubernur LIRA Kepulauan Riau (Kepri) Budi Darmawan yang juga selaku ketua panitia penyelenggara Munas LIRA Ke III mengatakan dengan selesainya Munas LIRA Ke III ini, menjadi kesyukuran sebagai ketua panitia yang dipercayakan dan terpilihnya Andi Syafrani sebagai presiden LIRA yang baru ini tentu menjadi semangat bagi semuanya.
” Syukur Alhamdulillah kita sudah selesai menyelenggaran Munas LIRA, maka dengan terpilihnya Presiden LIRA baru Andi Syafrani tentu ini akan menjadi semangat kita juga sekaligus menjadi semangat euforia kita dan menjadikan kebangkitan yang luar biasa, artinya sebagai barometer buat masyarakat dan juga menjadi barometer organisasi kemasyarakatan sehingga apapun yang dilakukan LIRA akan menjadi acuan dan panutan masyarakat sehingga masyarakat mengharapkan LIRA itu sebagi motor penggerak kemasyarakatan untuk melakukan gerakan – gerakan dan kami siap untuk itu, ” ucap Budi.
“Jadi terpilihnya presiden baru ini menjadi momen bagi kita untuk melakukan yang lebih dahsyat lagi dimana saat ini kami sudah luar biasa tetapi kita ingin yang lebih dahsyat lagi,” harapnya.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






