Kendari, Sultrademo.co – Inflasi Kota Kendari hingga Agustus 2020 tercatat sebesar 1,59%. Ini lebih tinggi dari inflasi Sulawesi Tenggara 1,23% dan Nasional sebesar 0,93%. Meskipun begitu, data tersebut masih menunjukkan inflasi di Kota Kendari relatif terkendali.

Guna melakukan penguatan koordinasi pengendalian inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, Bank Indonesia menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari di Hotel Claro Kendari.(Senin ,14/9/2020).

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain K, SE., ME. disela kegiatan mengatakan, salah satu hal yang memicu angka inflasi di kota kendari yaitu jenis komoditas yang menjadi konsumsi masyarakat, yaitu perikanan dan sayur mayur.

sultrademo

Oleh karena itu, ia menegaskan kepada pihak-pihak terkait agar mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap sektor perikanan, sayur mayur, maupun bahan pokok lainnya.

Baca Juga :  Sekolah Alam Planet NUFO Jadi Tempat Belajar Anak Para Aktivis

“Perhatikan ketersediaan stok, kualitas barang, serta mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan permintaan barang yang tidak wajar sehingga tidak terjadi kenaikan harga barang,” pinta Wali Kota.

“Silahkan fokus dengan tupoksi masing-masing, tapi tidak lupa untuk tetap koordinasi dengan berbagai pihak. Karena kalau kita bisa melakukan koordinasi yang baik, tugas-tugas pokok kita akan mudah terselesaikan”, tutupnya.

Laporan : Hani
Editor : AK

Komentar