Kendari, Sultrademo.co – Ketersediaan energi listrik di Kota Kendari dipastikan tidak akan mengalami kekurangan lagi. Hal ini dipertegas oleh Wali Kota Kendari, H.Sulkarnain Kadir.
Pasalnya hingga kemarin, Kota Lulo tercatat surplus energi listrik sebesar 868 MW. Kondisi itu membuat pemkot optimis mensukseskan penggunaan kendaraan berbasis listrik.
Surplus energi yang ada di Kota Kendari kini ditopang dari beberapa mesin pembangkit listrik yang kini beroperasi. Diantaranya 3 mesin pembangkit listrik masing-masing berdaya 50 MW di Konawe dan 2 mesin masing-masing berdaya 100 MW di Moramo, Konawe Selatan.
“Sejak tahun lalu, listrik kita sudah terkoneksi dengan jaringan Sulawesi Selatan. Jadi dari Nii Tanasa yang tersambung itu dayanya sekitar 2.000 MW. Jadi untuk kebutuhan listrik tidak ada kendala lagi bagi kita. Termasuk untuk penggunaan kendaraan listrik,” kata Sulkarnain.
Pasangan Siska Karina Imran ini yakin surplus listrik di Kota Kendari dapat memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga (masyarakat).
Selain itu , akan mampu mendukung seluruh program Pemkot Kendari salah satunya yang baru digagas yaitu operasional mobil dan motor listrik sebagai kendaraan dinas (randis) para pejabat dan masyarakat pada umumnya.
” Ini (surplus listrik) akan mendorong penggunaan kendaraan listrik. Dengan begitu permintaan nikel yang merupakan bahan baku dari baterai mobil atau motor listrik ini akan semakin besar,” terang Sul sapaan akrabnya.
Wali Kota berharap dengan kondisi saat ini bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakat Sultra khususnya kota Kendari.
” Meski kita bukan lumbung nikel tapi market (pemasarannya)-nya semua di Kendari,” tutup Sulkarnain, Selasa, (10/08).
 






