Zendo, Ojek Online Karya Muhammadiyah yang Tawarkan Fleksibilitas dan Keamanan

Yogyakarta, Sultrademo.co – Kehadiran Zendo sebagai layanan ojek online yang dikembangkan Muhammadiyah menawarkan alternatif transportasi yang lebih fleksibel dan aman bagi penggunanya.

Berbeda dengan layanan serupa yang mengandalkan aplikasi khusus, Zendo menggunakan WhatsApp sebagai sarana pemesanan, memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak terbiasa dengan aplikasi digital.

Bacaan Lainnya

Seorang pengguna, yang mengalami kram di tangan kanannya, memutuskan mencoba layanan Zendo untuk perjalanan jauh. Berbeda dengan ojek online lain, pemesanan dilakukan melalui akun Instagram resmi yang mengarahkan pelanggan ke admin WhatsApp.

Setelah memberikan informasi lokasi penjemputan, pengguna langsung menerima tarif dan pilihan untuk memilih driver laki-laki atau perempuan.

Pilihan jatuh pada Ichi Rahma Kusumawati, seorang driver perempuan yang sudah bergabung dengan Zendo sejak September 2024.

Rahma tertarik menjadi mitra setelah mendapat informasi dari rekan sesama anggota Muhammadiyah.

“Waktu itu belum ada driver perempuan, jadi saya daftar,” ujarnya pada Minggu (19/1/2025).

Rahma sebelumnya sempat menjadi driver di platform lain, namun memilih Zendo karena sistemnya lebih fleksibel.

“Di aplikasi lain ada target yang harus dipenuhi, sedangkan saya harus mengurus ibu saya,” ungkapnya.

Selain itu, ia merasa lebih aman karena pengguna Zendo diverifikasi melalui WhatsApp.

Selain menjadi driver ojek, Rahma juga menerima layanan khusus, seperti menemani pelanggan ke acara kondangan.

“Pernah menemani ibu-ibu yang harus pergi sendirian,” katanya.

Kebanyakan pelanggan Rahma adalah anak sekolah, sehingga jam operasionalnya lebih teratur dan tidak sampai larut malam.

Taufik Ainun, Manajer Zendo Jogja, menjelaskan bahwa Zendo awalnya lahir di Tulungagung pada 2015 dari inisiatif Lutfhi Azizah, seorang lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung.

Melihat potensinya, Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Ghufron Mustaqim, membawa Zendo ke tingkat nasional melalui sistem franchise. Kini, Zendo telah memiliki 70 cabang di berbagai daerah.

“Zendo bukan sekadar layanan ojek, tapi juga jasa serba bisa,” kata Taufik.

Layanan yang ditawarkan mencakup ojek motor, ojek mobil, pengantaran barang, hingga jasa rumah tangga seperti membersihkan rumah dan memperbaiki genteng.

Keunggulan lain dari Zendo adalah segmen pasarnya yang berbeda.

“Sebagian besar pengguna kami berusia di atas 40 tahun, mereka lebih nyaman menggunakan WhatsApp daripada harus menginstal aplikasi baru,” jelasnya.

Selain itu, Zendo juga menyediakan opsi driver perempuan yang banyak diminati, terutama oleh pelanggan perempuan dari komunitas Muhammadiyah.

Taufik berharap Zendo dapat terus berkembang sebagai bisnis berbasis keumatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial.

“Kami ingin membantu sesama, baik itu driver yang mencari nafkah maupun pelanggan yang membutuhkan layanan transportasi dan jasa lainnya,” tandasnya.

Sebagai usaha lokal yang berbasis komunitas, Zendo diharapkan semakin dikenal dan menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di Yogyakarta.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani
Editor: Muhammad Sulhijah

Pos terkait