Kendari, Sultrademo.co – Konsultan perusahaan Credit Rating Information Services of India Limited (CRISIL) dari India yang ditunjuk oleh Bank Dunia melakukan asesmen mendalam terkait eksisting pengelolaan sampah di Kota Kendari untuk menjadi rekomendasi ke Bank Dunia, Selasa (19/9/2023).
Ketua tim ahli CRISIL, Mehali Patel pada saat bertemu dengan Pj. Wali Kota Kendari di ruang kerja Pj Wali Kota, mengungkapkan asesmen tersebut merupakan tindak lanjut Program Peningkatan Penyediaan Layanan Lokal atau Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang didanai Bank Dunia melalui fasilitasi Kementerian Dalam Negeri.
Sementara Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap tindak lanjut ini.
Menurutnya, pemerintah Kota Kendari memiliki tiga komitmen sebagai bentuk prioritas pengelolaan sampah yakni, dukungan regulasi melalui Perda maupun Perwali, dukungan manajemen melalui pembentukan UPTD TPA Puuwatu serta dukungan budget/ alokasi anggaran untuk mendanai program persampahan yang lebih menyasar kepada penguatan masyarakat ditingkat basis.
“Kami ingin mengembalikan kejayaan pengelolaan TPA Puuwatu yang pernah menjadi role model TPA terbaik di Indonesia,” ungkapnya.
Pertemuan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi Focused Group Discussion (FGD) dengan instansi teknis yakni DLHK, Bappeda, Dinas PUPR, dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Pada sesi ini, tim ahli Bank Dunia mengumpulkan data dan informasi terkait bagaimana proses pengelolaan sampah mulai dari pengumpulannya di sumber ke TPS dan ke TPA, pelibatan pihak-pihak lain, fasilitas yang dimiliki, kebijakan pendukung, retribusi, sampai pada penganggaran program persampahan.
Dihari kedua, tim akan melakukan kunjungan lapangan ke kompleks permukiman, Bank Sampah, TPST dan TPA Puuwatu untuk melihat langsung di lapangan serta bertemu dengan beberapa pihak.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






