RS Oputa Yi Koo Kembali Sukses Lakukan Operasi Jantung Terbuka, Pasien BPJS Kini Tak Perlu Dirujuk ke Luar Sultra

Ketgam : Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo Provinsi Sulawesi Tenggara menyelesaikan dua operasi jantung terbuka atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) pada 26–27 Juni 2026. Foto: Istimewa

Kendari, Sultrademo.co – Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah, dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mencatatkan keberhasilan dalam pelayanan bedah jantung dengan menyelesaikan dua operasi jantung terbuka atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) pada 26–27 Juni 2026.

Dua pasien yang menjalani operasi tersebut berasal dari Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. Keduanya merupakan peserta BPJS Kesehatan sehingga dapat memperoleh layanan bedah jantung di Sulawesi Tenggara tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Bacaan Lainnya

Direktur RSJPDO Oputa Yi Koo Sultra, dr. Agus Purwo Hidayat, SP.An-TI, Subsp. MN(K), mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi rumah sakit dengan Kementerian Kesehatan melalui program pendampingan (proctorship) dari tim RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Menurutnya, kondisi kedua pasien terus menunjukkan perkembangan yang positif. Seorang pasien telah memasuki tahap pemulihan, sementara satu pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan dijadwalkan dipindahkan ke ruang perawatan.

“Pelaksanaan operasi ini menunjukkan bahwa layanan bedah jantung di Sulawesi Tenggara terus berkembang. Dukungan Kementerian Kesehatan melalui pendampingan tim ahli menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan bedah jantung kepada masyarakat,” ujar dr. Agus, Kamis (2/7/2026).

Pada pelaksanaan operasi tersebut, tim medis RSJPDO Oputa Yi Koo mendapat pendampingan langsung dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang dipimpin oleh Dr. dr. Amin Tjubandi, Sp.BTKV sebagai dokter bedah. Tim tersebut juga melibatkan dokter anestesi, dokter ICU, perawat bedah, perawat anestesi, perawat perfusi, hingga perawat ICU yang mendampingi proses operasi sampai masa perawatan pascaoperasi.

Sementara itu, dokter spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) RSJPDO Oputa Yi Koo, dr. Muhammad Eros Zulfikar Syafruddin, Sp.B.T.K.V, menjelaskan bahwa dua operasi bypass jantung dilakukan menggunakan teknik yang berbeda.

Operasi pertama pada 26 Juni menggunakan metode on-pump beating heart dengan pemasangan dua graft.

Sedangkan operasi kedua pada 27 Juni dilakukan menggunakan teknik off-pump CABG atau operasi bypass tanpa mesin jantung-paru.

“Teknik ini memang lebih sulit dibandingkan melakukan penyambungan pembuluh darah ketika jantung dalam kondisi dihentikan. Namun, dengan tidak menggunakan Krosklem aorta pada operasi pertama dan sama sekali tidak menggunakan mesin di operasi kedua, diharapkan risiko komplikasi dapat diminimalkan sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat,” jelas dr. Eros.

Ia menerangkan, tindakan CABG dilakukan pada pasien yang mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner dan tidak lagi dapat ditangani melalui prosedur kateterisasi. Melalui operasi tersebut, tim bedah membuat jalur baru agar aliran darah tetap dapat mengalir menuju otot jantung.

Menurut dr. Eros, fasilitas serta peralatan yang dimiliki RSJPDO Oputa Yi Koo kini telah memadai untuk menangani berbagai operasi jantung kompleks, baik CABG konvensional menggunakan mesin jantung-paru maupun tindakan Off Pump CABG (OPCAB). Pengembangan layanan itu terus diperkuat melalui dukungan pemerintah bersama program pendampingan dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Selain pelayanan bedah jantung, RSJPDO Oputa Yi Koo juga melayani berbagai tindakan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular, mulai dari operasi paru-paru, esofagus, mediastinum, penanganan kelainan pembuluh darah, trauma dada, tumor paru, varises, hingga pembuatan akses untuk pasien cuci darah.

Salah seorang pasien asal Kota Kendari yang telah menjalani operasi bypass mengaku puas terhadap pelayanan yang diterimanya. Ia mengaku sempat beberapa kali mengalami serangan jantung disertai sesak dada sebelum akhirnya berkonsultasi ke RSJPDO Oputa Yi Koo dan dinyatakan membutuhkan operasi bypass.

“Awalnya saya sempat khawatir karena banyak cerita yang mengatakan operasi jantung itu menakutkan. Namun setelah mendapat penjelasan dari dokter, saya akhirnya yakin menjalani operasi. Alhamdulillah, pelayanannya sangat memuaskan. Tim dokter dan perawat sangat profesional, fasilitas rumah sakit juga lengkap, dan proses pemulihannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat Sulawesi Tenggara yang membutuhkan penanganan penyakit jantung agar tidak lagi ragu memanfaatkan layanan yang tersedia di RSJPDO Oputa Yi Koo.

“Tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Rumah sakit jantung di Sulawesi Tenggara sudah memiliki dokter yang profesional, fasilitas yang lengkap, dan pelayanan yang sangat baik. Saya sendiri sudah membuktikannya,” tuturnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci R
Editor: UL

Pos terkait