Kendari, sultrademo.co – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyebut antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 kini telah mencapai 99,2 persen.
Hasil ini berdasarkan sero survei yang dilakukan Kemenkes RI bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Studi ini digelar dalam rangka untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi arus mudik lebaran tahun 2022.
“Bisa disampaikan bahwa kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen. Artinya, 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi, bisa itu berasal dari vaksinasi maupun juga berasal dari infeksi,” terang Budi Gunadi dalam konferensi pers, Senin (18/4/2022).
Menkes menjelaskan, capaian ini akan mengurangi resiko masyarakat akibat terpapar Covid-19. sehingga Ia optimis mudik lebaran pada tahun ini tidak akan membawa dampak negatif.
“Kalau nanti diserang virus, kita daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat. Itu yang menyebabkan kenapa kami percaya, pemerintah, bahwa insyaallah Ramadan kali ini, mudik kali ini bisa berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat kita,” tambahnya.
Meski demikian bagi para pemudik lebaran tahun ini harus mengantongi sejumlah syarat. Salah satu di antaranya adalah wajib vaksin booster.
Bagi pemudik yang belum vaksin booster, wajib menunjukkan hasil tes antigen atau PCR dengan hasil negatif.
Namun seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet pada Selasa (19/4/2022), syarat vaksin booster tidak berlaku bagi anak-anak dan remaja usia di bawah 18 tahun.
Anak usia 6 tahun keatas dan remaja usia di bawah 18 tahun cukup mengantongi bukti vaksin dosis kedua sebagai syarat mudik.
Berdasarkan rilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tercatat ada 49.022 kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada Selasa (19/04/2022). Jumlahnya telah berkurang 1.947 kasus dibandingkan data pada Senin (18/04/2022). (aln)
 






