Akhirnya, Dandim 1416 Muna ‘Turun Tangan’, Atasi Kelangkaan BBM Subsidi

Ketgam: Situasi di salah satu SPBU di Kota Raha ketika dilakukan pengamanan dan pengawasan oleh personil TNI. (Dok. Dandim 1416 Muna for Pitra/sultrademo)

Raha, Sultrademo.co –Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di kota Raha, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memancing berbagai reaksi, salah satunya Dandim 1416 Muna. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini masyarakat muna sangat sulit mendapatkan BBM jenis pertalite di seluruh pertamina di Kota Raha, padahal kuota BBM pertalite di daerah itu sudah ditaksirkan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.

Komandan Distrik Militer (Dandim)1416 Muna, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Gilles R B Hogendorp , S.I.P. mengatakan, pihaknya terjun lansung ke semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Raha untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

“Kasian masyarakat selalu mengeluhkan terkait pendistribusian BBM, makanya untuk mengatasi itu saya turun tangan untuk kerahkan anggota untuk mengawal penyaluran BBM disetiap SPBU agar tidak ada lagi pihak-pihak yang bermain didalamnya,” ujar Komandan Gilles kepada media ini, Sabtu 14 Januari 2023.

Dia mengatakan, inspeksi mendadak (sidak) tersebut dipimpin oleh komando Rayon Militer (Koramil) 1416-01/Katobu, Kapten Inf Akhmad Yani, S.I.Kom bersama Babinsa Koramil 01/Katobu. Mereka hadir untuk menertibkan SPBU di Kota Raha agar kesulitan masyarakat dalam mendapat BBM dapat teratasi.

“Jadi kami disini untuk membantu masyarakat mendapatkan BBM karena informasi yang kami terima banyak calo yang yg menggunakan tangki rakitan dan modifikasi selalu menerobos antrian, akhirnya banyak masyarakat umum yang tidak bisa mendapatkan BBM walau mereka antari seharian, makanya kita lakukan monitor dan pengamanan kepada masyarakat saat mengantri BBM,” ujarnya.

Lebih jauh, Gilles menuturkan, sidak tersebut sengaja dilakukan sebagai wujud tanggung jawab institusinya dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya. Selain itu juga, upaya tersebut dapat meminimalisir potensi kerawanan terkait ada antrian panjang di salah Satu SPBU di wilayah kerjanya.

“Dengan melaksanakan pengamanan, antisipasi kerawanan yang ada dimaksimalkan dengan melaksanakan pengaturan di pintu masuk SPBU dan menghimbau pengendara agar sabar dalam mengantri. Semoga tidak ada lagi pihak-pihak yang bermain dalam penyaluran BBM ini,” tegas perwira dua melati itu.

 

Laporan: Pitra

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait