Aktivitas Tambang Diduga Sebabkan Bencana Banjir – Longsor di Konut, Erwin Usman : Perlu Langkah Korektif

  • Whatsapp

Jakarta, sultrademo.co – Musim hujan telah datang. Di tengah euforia laga final EURO 2020, hari Minggu (11/7/2021) tengah malam tadi, banjir dan tanah longsor menerjang Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sejumlah rumah rusak. Termasuk sebuah gedung sekolah dasar.

Bacaan Lainnya

Dari laporan media Metrokendari.id, di sekitar pemukiman warga Desa Tapunggaya yang menjadi korban tanah longsor terdapat beberapa perusahaan tambang aktif yang saat ini sedang beroperasi.

“Kita tentu menyatakan rasa duka solidaritas mendalam dan keprihatinan pada semua warga korban terdampak banjir dan longsor. Berharap, mereka dapat tabah dan sabar menghadapi cobaan ini” terang Erwin Usman
Direktur Eksekutif Indonesia Mining dan Energy Studies (IMES), Senin (12/7/2021).

Erwin Usman, Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) (Foto: Dok. Pribadi)

Presidium Nasional PENA ’98 ini juga meminta Gubernur Sultra Ali Mazi dan Bupati Konut Ruksamin untuk memastikan penanganan tanggap bencana berjalan dengan baik dan optimal.

“Selanjutnya sesegera mungkin mengambil langkah korektif untuk berkoordinas efektif dengan kementerian ESDM, Kementeriam Investasi, Kementerian LHK, dan Kementerian ATR/BPN untuk dilakukan evaluasi total dan penertiban seluruh tambang di Konut dan Sultra pada umumnya” tambahnya.

Langkah ini menurutnya penting diambil untuk memastikan bila musim hujan terus berlangsung, rakyat dan harta bendanya tidak menjadi korban sia-sia. Akibat absennya kebijakan pemihakan pada lingkungan hidup, pelestarian alam, dan keberlanjutan fungsi pelayanan alam.

“Kini, saatnya untuk melakukan evaluasi yang tegas, konkret dan terukur. Jangan menunggu bencana ekologi yang lebih dahsyat terjadi-berulang” pungkasnya.

Pos terkait