Jakarta, Sultrademo.co – Bupati Buton Tengah (Buteng), Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui gagasan Transmigrasi Maritim (Trans Marine) yang diharapkan menjadi model percontohan nasional.
Upaya tersebut ditandai dengan audiensi bersama Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan, Prof. Dr. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Azhari menyampaikan undangan kepada Presiden Republik Indonesia untuk berkunjung ke Kabupaten Buton Tengah sekaligus meresmikan sejumlah proyek strategis nasional yang telah dan sedang dikembangkan di daerah itu.
Beberapa agenda yang diusulkan dalam kunjungan Presiden antara lain peresmian RSUD Buton Tengah, Gedung SRT Nomor 1 Buteng, peluncuran Sentra Nelayan Terpadu (SNT) Nasional, pembangunan Batalyon 870 Sangiawambulu, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga rencana transformasi kampus berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang berfokus pada sektor kemaritiman.
“Melalui beliau, kami menyampaikan undangan kepada Bapak Presiden untuk berkunjung ke Buton Tengah sekaligus meresmikan sejumlah proyek nasional unggulan yang ada di daerah kami,” ujar Azhari.
Selain menyampaikan undangan kepada Presiden, Azhari juga memaparkan konsep Trans Marine, sebuah model transmigrasi maritim yang dikembangkan sebagai inovasi pembangunan kawasan kepulauan.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari hasil diskusi bersama Prof. Suratman saat menjadi tenaga ahli Program Trans Patriot di Buton Tengah. Konsep tersebut kini mendapat perhatian dan dukungan dari Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan.
Azhari mengungkapkan, Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan berencana menggelar rapat lintas kementerian untuk membahas pengembangan Trans Marine sekaligus meninjau langsung potensi Buton Tengah sebagai lokasi percontohan nasional.
“Insya Allah akan segera dilakukan rapat lintas kementerian untuk bersama-sama melihat potensi Trans Marine dan berbagai program unggulan yang sedang dikembangkan di Buton Tengah,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep Trans Marine tidak hanya berorientasi pada perpindahan penduduk, tetapi juga dirancang sebagai kawasan pengembangan ekonomi berbasis kelautan yang terintegrasi dengan investasi swasta.
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menargetkan kawasan tersebut berkembang menjadi pusat ekonomi biru melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, bahkan diarahkan menjadi kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maupun Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang kelautan.
Dalam skema awal, pemerintah merencanakan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya generasi muda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Mereka akan mendapatkan dukungan berupa rumah, keramba budidaya, kapal, serta pendampingan dan pembinaan dari Kementerian Transmigrasi selama satu hingga dua tahun.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat sektor ekonomi maritim sebagai sumber pertumbuhan baru di Buton Tengah.
Azhari optimistis, apabila berhasil direalisasikan, Trans Marine tidak hanya menjadi tonggak pembangunan baru bagi Buton Tengah, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan kawasan kepulauan yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Semoga seluruh ikhtiar ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Buton Tengah, sekaligus menjadi contoh bagi daerah kepulauan lainnya,” tutup Azhari.






