Kendari, Sultrademo.co – Pengurus Cabang Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Kota Kendari masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian acara Pelantikan dan Rapat Kerja yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (19/9/2026).
Mengusung tema “Rumah Besar KAGAMA yang Inklusif; Bersinergi dan Berdampak buat Kemajuan Daerah”, kepengurusan baru ini berkomitmen untuk mendorong kontribusi nyata alumni UGM dalam mendukung pembangunan Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara secara luas.
Ketua KAGAMA Kota Kendari terpilih, Prof. H. M. Najib Husein, menyatakan bahwa kepengurusan periode ini merupakan estafet kedua setelah sebelumnya dipimpin oleh Pak Dr. Darmin Tuwu, M.Si.
Dalam masa baktinya hingga 2030 mendatang, pihaknya mengusung visi-misi utama untuk menjadikan KAGAMA sebagai wadah inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa alumni-alumni KAGAMA memiliki kontribusi nyata kepada Pemerintah Kota Kendari, utamanya dalam membangun dan mewujudkan Kota Kendari yang maju dan hebat,” ujar Najib di Kendari.
Najib menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan secara internal adalah pendataan menyeluruh terhadap para alumni yang bermukim di Kendari. Langkah ini krusial agar organisasi memiliki basis data (database) yang akurat.
Secara eksternal, KAGAMA Kota Kendari siap berkolaborasi lintas sektor untuk mengurai berbagai isu strategis daerah, mulai dari persoalan ekonomi, lingkungan, hingga penanganan kemiskinan.
Dorong Peluang Ketenagakerjaan dan Sinergi Lintas Sektor
Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Ketua IV Pengurus Pusat KAGAMA, Prof. Anwar Sanusi, menekankan pentingnya kehadiran KAGAMA dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Anwar menyoroti tantangan besarnya angkatan kerja saat ini. Menurutnya, alumni KAGAMA dapat mengambil peran strategis dari sisi ketenagakerjaan, baik mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas maupun membekali calon tenaga kerja mandiri.
“Output pendidikan itu ada dua: bekerja atau menjadi tenaga kerja mandiri. Jika menjadi tenaga kerja mandiri, mereka harus disiapkan dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan, seperti diagnosis pasar, pengelolaan aset dan sumber daya, hingga strategi pemasaran,” jelas Anwar.
Selain itu, Anwar juga menyoroti potensi luar biasa dari sumber daya alam (SDA) Kota Kendari yang harus dioptimalkan untuk mendorong kemajuan infrastruktur dan kualitas pelayanan publik.
Mengingat sebagian besar pengurus KAGAMA Kota Kendari berprofesi sebagai akademisi/dosen, Anwar mendorong agar mereka terus membangun kesadaran para mahasiswa—khususnya melalui kolaborasi dengan kampus lokal seperti Universitas Halu Oleo (UHO)—akan besarnya tanggung jawab sosial masyarakat terdidik.
“Saya yakin jika semangat ini terus didorong, KAGAMA dapat menggerakkan kesadaran bersama yang memberikan dampak langsung bagi kemajuan masyarakat di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.
 






