Viral Disebut Akses Siswa ke SMPN 20 Kendari, Jembatan Bambu di Wundumbatu Ternyata Jalan Kebun Warga

Ketgam : Camat Poasia meninjau langsung Jembatan bambu di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia yang viral di medsos

Kendari, Sultrademo.co — Jembatan bambu di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, yang viral di media sosial karena disebut sebagai akses siswa menuju SMPN 20 Kendari, ternyata bukan jalan umum maupun akses utama menuju sekolah.

Hal tersebut diketahui setelah Pemerintah Kecamatan Poasia bersama pemerintah kelurahan meninjau langsung lokasi, Kamis (17/9/2026).

Bacaan Lainnya

Camat Poasia, Surianty, SKM., S.Tr.Keb., mengatakan jembatan bambu tersebut dibangun oleh pemilik kebun sebagai akses menuju lahannya yang berada di belakang kawasan sekolah.

“Setelah kami cek di lapangan, jalan itu bukan jalan umum. Itu merupakan jalan kebun yang dibuat oleh pemilik kebun,” kata Surianty.

Menurutnya, dalam perkembangannya, jalur tersebut kemudian dimanfaatkan sejumlah siswa yang tinggal di sekitar belakang kawasan sekolah karena dianggap lebih dekat. Namun, jalur itu bukan akses resmi menuju SMPN 20 Kendari.

Surianty menegaskan, akses utama menuju SMPN 20 Kendari tersedia dan dalam kondisi baik. Jalan tersebut telah teraspal, cukup dekat dengan permukiman warga, serta menjadi jalur yang semestinya digunakan siswa untuk menuju sekolah.

Pihak sekolah juga telah mengimbau para siswa agar tidak menggunakan jembatan bambu tersebut karena bukan jalan umum dan kondisinya dinilai tidak aman.

Lurah Wundumbatu, Jeriyanto, mengatakan pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan RT dan lingkungan sekolah untuk menyampaikan imbauan kepada siswa agar tidak lagi melewati jembatan bambu tersebut.

“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada anak-anak sekolah agar tidak melewati jembatan tersebut. Jalur itu bukan akses resmi menuju sekolah dan kondisinya juga tidak aman,” ujar Jeriyanto.

Sementara itu, Ketua RT 29/RW 07 Kelurahan Wundumbatu, Arifuddin, menjelaskan bahwa jalur tersebut sejak awal merupakan akses untuk aktivitas berkebun warga.

“Awalnya hanya satu bambu, akhirnya ditambah menjadi empat bambu agar bisa digunakan untuk menyeberang,” kata Arifuddin.

Pemerintah Kecamatan Poasia dan Kelurahan Wundumbatu memastikan koordinasi dengan warga dan pihak sekolah terus dilakukan agar siswa menggunakan akses utama yang telah tersedia dan menghindari jalur yang berisiko.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Hani
Editor: UL

Pos terkait