Kendari, Sultrademo.co – Dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Gen Z Terdepan Lawan Hoax dan Politik Uang,” Direktur Eksekutif Pemantau Pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra) Demo, Arafat, SE., MM., mengajak generasi muda, terutama Gen Z, untuk menolak segala bentuk politik uang yang kerap muncul menjelang Pemilu 2024.
Acara ini berlangsung di SAME Hotel, Senin (28/10/2024), sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan peran aktif anak muda dalam pengawasan pemilu.
Arafat menjelaskan politik uang merupakan salah satu bentuk suap atau janji yang diberikan kepada pemilih untuk memengaruhi pilihan mereka dalam pemilihan umum.
Ia menegaskan bahwa praktik ini dapat berwujud pemberian uang, barang, hadiah, maupun janji-janji tertentu kepada pemilih dengan tujuan mempengaruhi suara mereka.
“Politik uang adalah upaya instan untuk memperoleh dukungan dan memenangkan pemilu. Ini bertentangan dengan nilai demokrasi yang seharusnya menjunjung kebebasan memilih,” ujar Arafat.
Mengarah ke Gen Z sebagai segmen pemuda yang potensial, Arafat mengingatkan agar mereka lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh. Menurutnya, kecenderungan Gen Z dalam memilih sering kali mengikuti pilihan orang tua.
“Ini menjadi tantangan bagi Gen Z untuk lebih kritis dan independen terhadap godaan politik uang,” tuturnya.
Arafat juga menyoroti perbedaan regulasi politik uang antara pemilu legislatif dan pilkada. Ia menjelaskan bahwa pada Pilkada, sanksi hukum dikenakan baik kepada pemberi maupun penerima suap, yang berbeda dari pemilu legislatif.
Hal ini penting untuk diketahui publik agar mereka tidak terjebak dalam praktik politik uang yang dapat merugikan mereka di masa depan.
Di akhir paparannya, Arafat berpesan tegas kepada para peserta sosialisasi. “Gen Z harus mampu menolak politik uang. Generasi anda yang akan menentukan arah bangsa ini ke depan,” katanya.
Acara ini diharapkan dapat menggerakkan Gen Z untuk lebih aktif dalam mengawasi proses pemilu, menciptakan lingkungan demokrasi yang bersih, jauh dari pengaruh politik uang dan hoaks.






