Bupati Konawe Tegaskan Beasiswa dan Uang Duka Harus Menjangkau Pelosok Desa

Konawe, Sultrademo.co – Bupati Konawe, Yusran Akbar, menegaskan bahwa seluruh program kerja pemerintah daerah, khususnya beasiswa pendidikan dan bantuan uang duka, harus dirasakan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Konawe.

 

Bacaan Lainnya
 

Penegasan itu disampaikan Yusran saat menghadiri pembagian bibit alpukat di Desa Watarema dan kegiatan Panen Raya Semangka di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Jumat (13/2/2026).

“Program kerja bupati dan wakil bupati tidak boleh berhenti di jalan poros. Program ini harus diketahui dan menyentuh seluruh masyarakat sampai ke pelosok,” ujar Yusran di hadapan warga Desa Waworaha.

Dalam kesempatan tersebut, Yusran sempat menanyakan kepada warga terkait anak-anak mereka yang tengah menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.

“Bapak ibu, siapa yang anaknya sekarang sedang lanjut pendidikan jenjang perkuliahan?” tanyanya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe telah menjalankan program beasiswa bagi mahasiswa asal Konawe. Program ini, kata dia, merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.

Pemkab Konawe juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas, baik di dalam maupun di luar daerah. Masyarakat yang anaknya sedang kuliah dan membutuhkan bantuan beasiswa dipersilakan berkoordinasi langsung dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Selain beasiswa, Pemkab Konawe juga menjalankan program bantuan uang duka sejak tahun lalu.

“Selain beasiswa, kami juga telah menjalankan program uang duka untuk masyarakat sebesar Rp2 juta,” kata Yusran.

Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang sedang berduka akibat anggota keluarganya meninggal dunia. Pemerintah berharap dana itu dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Secara terpisah, Staf Analis Kebijakan Muda Sub Koordinasi Pendidikan dan Kesehatan Bagian Kesra Konawe, Fitriah Sunggu, menjelaskan mekanisme pengajuan beasiswa.

“Untuk pemberian beasiswa mekanismenya ada dua. Pertama, bagi keluarga kurang mampu dipersyaratkan IP minimal 2,6. Kedua, jalur prestasi untuk mahasiswa dari keluarga mampu dengan IP minimal 3,0,” jelas Fitriah, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, bagi mahasiswa yang kampusnya belum terdaftar sebagai mitra kerja sama Pemkab Konawe, pihak Kesra tetap menerima proposal pengajuan. Selanjutnya, akan dilakukan komunikasi dengan pihak kampus untuk menjalin kerja sama.

Terkait besaran bantuan, Fitriah menyebut nominalnya disesuaikan dengan jenjang pendidikan berdasarkan peraturan bupati, yakni maksimal Rp7 juta untuk S1, Rp10 juta untuk S2, dan Rp15 juta untuk S3.

Sementara itu, untuk program uang duka diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dengan syarat melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat.

“Untuk informasi lebih jelas, masyarakat yang ingin mengurus beasiswa atau uang duka bisa langsung datang ke Kesra,” tutupnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait