Kendari, Sultrademo.co – Sebanyak 50 peserta siswa/siswi SMPN 8 Kendari mengikuti sosialisasi gerakan stop kekerasan terhadap anak atau Cyber Bullying yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari.
Selain sosialisasi, DP3A kota Kendari juga melakukan koordinasi dan sinkronisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di SMPN 8 Kendari, Selasa, (03/10/23).
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, Fitri Sinapoy mengatakan, untuk mencegah cyber bullying di sekolah, mereka melibatkan sejumlah pihak untuk memberikan edukasi pada para siswa, diantaranya psikolog dan NGO.
“Semua lini bisa berkolaborasi bersama-sama untuk mencegah, karena tindakan pencegahan tidak bisa dilakukan oleh kami saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Ridwansyah Taridala yang berkesempatan menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut meminta para siswa untuk mencegah terjadinya aksi bullying terhadap rekannya, karena akan berdampak buruk terhadap mereka.
Sekda mengajak siswa yang melihat terjadi aksi bullying untuk bersama-sama teman lainnya untuk mencegahnya atau melaporkan aksi itu pada pihak sekolah.
“Kalau ada temannya yang kita anggap tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, jangan mi kasian kita ganggu itu teman ta,” ungkapnya saat membawakan materi.
Menurutnya, pemerintah punya tanggungjawab untuk mencegah terjadinya aksi bullying pada anak, sebab anak merupakan generasi penerus untuk melanjutkan estafet pembangunan.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






