Dinilai Terkendali, Inflasi di Kota Kendari Masih Diatas Nasional

Ilustrasi

Kendari, sultrademo.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari menuturkan inflasi bulanan (M to M) di Kota Kendari terus mengalami penurunan.

“Inflasi (M to M) bulan Juli yang besarnya 0,23 persen sekarang inflas Agustus 0,02 persen turun,” ujar Kepala BPS Kota Kendari Martini saat dihubungi sultrademo.co, Selasa (5/9/2023).

Bacaan Lainnya

Sementara untuk inflasi tahunan year on year, kata Martini, perbandingan antara Agustus 2022 hingga Agustus 2023 sebesar 3,35 persen.

“Artinya inflasi di Kota Kendari itu relatif terkendali,” imbuhnya.

Ia menguaraikan tidak ada ukuran inflasi tinggi dan inflasi rendah. Menurutnya itu hanyalah istilah perbandingan antara wilayah atau secara nasional.

“Namanya inflasi itu berarti perkembangan harga. Tergantung di bulan itu kalau harga-harganya, misalnya bulan juli 0,23 persen sementara bulan agustus 0,02 persen berarti terjadi penurunan harga beberapa komuditi,” paparnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya untuk menekan dan mengendalikan laju inflasi.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, selama tiga bulan berturut-turut inflasi bulanan (M to M) di Kota Kendari masih diatas rerata inflasi nasional.

Inflasi bulanan (M to M) secara nasional pada bulan Juni 0,14 persen, bulan Juli 0,21 persen dan bulan Agustus -0,02 persen.

Adapun di Kota Kendari Inflasi bulanan (M to M) pada bulan Juni 0,36 persen, bulan Juli 0,23 persen dan bulan Agustus 0,02 persen.

Begitupun juga dengan perbandingan inflasi tahun ke tahun year on year Kota Kendari tercatat masih diatas nasional.

Inflasi tahun ke tahun year on year secara nasional pada bulan Juni 3,52 persen, bulan Juli 3,08 persen dan Agustus 3,27 persen.

Sedangkan di Kota Kendari, Inflasi tahun ke tahun year on year pada bulan Juni 5,81 persen, bulan Juli 3,70 persen dan Agustus 3,35 persen.

Pemda Diminta Segera Lakukan Pengendalian

Dilansir dari wartaekonomi.co.id Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) yang inflasinya di atas rerata nasional agar segera melakukan pengendalian.

Ia menegaskan, meski secara year on year rerata angka inflasi nasional pada Agustus 2023 masih terkendali sebesar 3,27 persen, kondisi di daerah masih cukup bervariasi.

“Data nasional ini adalah agregat dari data-data semua daerah, dan itu variatif semua daerah, tidak semuanya di bawah angka nasional, ada yang di atas angka nasional,” jelas Mendagri dalam keterangannya, Senin (4/9/2023).

Menurutnya, Pemda yang inflasinya masih di atas rerata nasional agar dapat betul-betul mencari penyebabnya dan segera melakukan intervensi.

Ia mengatakan, tidak semua daerah memiliki permasalahan yang sama, sehingga upaya mencari penyebab persoalan tersebut perlu dilakukan masing-masing daerah.

Mendagri juga memaparkan sejumlah daerah yang angka inflasinya masih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Di tingkat provinsi.

Yakni Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Kemudian di tingkat kabupaten yang inflasinya masih tinggi yakni Manokwari, Merauke, Mimika, Sumba Timur, Sumenep, Banggai, Jember, Sikka, Kotabaru, dan Belitung. Sementara di tingkat kota yakni Tual, Singkawang, Banjarmasin, Kotamobagu, Surabaya, Ternate, Baubau, Yogyakarta, Cirebon, dan Bogor.

Laporan: Muh Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait