Kendari, Sultrademo.co – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) kembali menggelar pasar murah sebagai lanjutan dari gelaran pasar murah yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2022 lalu.
Pelaksanaan pasar murah tersebut dilakukan sesuai arahan Pj Wali Kota Kendari setelah Dinas terkait melakukan koordinasi dengan Pj Wali Kota.
“Kita sudah bermohon kepada Wali Kota dan beliau menganjurkan kepada kami untuk melanjutkan kegiatan ini,” jelas Kepala Disketapang, Hasria saat memberikan keterangan di depan Kantor Kelurahan Punggaloba tempat pelaksanaan pasar murah, Rabu, (15/03/23).
Hasria menyebutkan saat ini pihaknya hanya akan melaksanakan pasar murah di 48 lokasi di masing-masing kelurahan di Kota Kendari.
“Kita kan 65 kelurahan, kenapa hanya 48 lokasi karena kelurahan lainnya itu sudah kita lakukan pada akhir tahun lalu, ini hanya untuk melanjutkan,” terangnya.
Sampai hari ini Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari dan Badan Urusan Logistik (Bulog) bersama lima distributor lainnya telah mengelar pasar murah di empat lokasi yakni Kelurahan Dapu-dapura, Sanua, dan Punggaloba.
Dengan jumlah penerima manfaat hingga saat ini telah berjumlah sekira 1500 kepala keluarga. Terlihat masyarakat antusias mengunjungi pasar murah di Kelurahan Punggaloba, pasar murah ini juga digelar untuk mecegah adanya lonjakan harga jelang bulan suci Ramadhan.
“Tujuan ini kan untuk mengantisipasi inflasi, terutama inflasi yang disebabkan oleh pangan strategis. Saat ini kita memang dalam kondisi deflasi tapi tetap kita menjaga stabilitas harga itu supaya jangan dia meningkat,” katanya.
Melalui arahan Penjabat (PJ) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, pemerintah kota mensubsidi sejumlah bahan pokok seperti minyak goreng dengan harga Rp11 ribu, sementara untuk harga normal dipasaran Rp14 hingga Rp15 ribu.
Selain itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari menyebut untuk stok pangan di Kota Kendari sangat mencukupi hingga akhir bulan Ramadhan.
Diketahui, saat ini pihak Disketapang menggelar pasar murah di Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






