Kendari, Sultrademo.co – Ratusan Pramuka peserta Jambore Daerah (Jamda) Sulawesi Tenggara ke-X Tahun 2025 memenuhi halaman Balai Kota Kendari pada Kamis (13/11/2025), saat mereka memulai rangkaian Jelajah Kota yang menjadi agenda edukatif utama dalam kegiatan tahunan tersebut.
Kedatangan para peserta dari 16 kabupaten/kota ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, didampingi Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Kwarcab Kota Kendari, Amir Hasan.
Jelajah Kota menjadi wadah pembelajaran bagi para Pramuka untuk mengenal lebih dekat pembangunan dan pelayanan publik di ibu kota provinsi. Para peserta mendapat kesempatan mengunjungi sejumlah lokasi penting, seperti Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Kantor Balai Kota Kendari, untuk melihat inovasi tata kelola pemerintahan yang tengah dikembangkan.
Dalam sambutannya, Sudirman menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan antarpeserta Jamda, tetapi juga memperluas wawasan mereka mengenai reformasi birokrasi yang kini dijalankan pemerintah daerah.
“Mall Pelayanan Publik merupakan simbol transformasi layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Melalui MPP, kita berusaha menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan bahwa MPP Kota Kendari merupakan bentuk integrasi layanan publik dari berbagai instansi, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, perpajakan, hingga layanan instansi vertikal seperti kepolisian, imigrasi, dan BPJS dalam satu lokasi yang nyaman.
“Kami ingin pelayanan publik menjadi wajah terbaik pemerintah bagi warga,” tambahnya.
Lebih jauh, Sudirman berharap kegiatan Jelajah Kota dapat memupuk nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat melayani di kalangan generasi muda Pramuka.
“Pramuka adalah cerminan karakter bangsa. Lewat kegiatan ini, kita ingin adik-adik tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, inovatif, dan siap mengabdi,” tutupnya.
Kegiatan Jelajah Kota ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk Kendari, Muna, Buton, Konawe Selatan, dan Kolaka. Dengan semangat kebersamaan yang terjalin, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat rasa persatuan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda Bumi Anoa.









