Gubernur Sultra Buka Lomba Shalawat dan DWP, Perkuat Nilai Spiritual dan Profesionalisme

Kendari, Sultrademo.co Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melalui Pj. Sekda Sultra Muhammad Fadlansyah, membuka Lomba Shalawat Nabi dan Lomba Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sultra Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra pada 7 Agustus 2026 itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati kemerdekaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat nilai spiritual, nasionalisme, profesionalisme, serta kekompakan DWP di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Sekda, Andi Sumangerukka mengatakan peringatan HUT ke-81 RI harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan.

Menurutnya, momentum kemerdekaan perlu menjadi sarana memperkuat persatuan, nilai spiritual, serta ketahanan moral masyarakat.

“Momentum sakral ini harus mampu menjadi pemantik untuk memperkuat persatuan, nilai-nilai spiritual, serta ketahanan moral,” ujar Andi.

Ia mengatakan, pembangunan Sultra tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi. Pembangunan mental dan spiritual masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Sultra lima tahun ke depan, yakni “Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius.”

Shalawat Jadi Bagian Penguatan Misi Sultra Religius

Andi menilai Lomba Shalawat Nabi memiliki nilai strategis dalam mendukung implementasi misi Sultra yang religius.

Melalui lantunan shalawat secara berjamaah, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Melalui lantunan shalawat yang digaungkan secara berjamaah, kita sedang memantapkan nilai syariat keagamaan dan menumbuhkan rasa cinta (mahabbah) kepada Rasulullah SAW,” jelasnya.

Menurut Andi, terdapat tiga aspek yang membuat kegiatan tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah.

Pertama, mendukung misi Sultra yang religius dengan membangun karakter aparatur dan keluarga besar birokrasi yang berintegritas, bersih dari korupsi, serta tulus mengabdi kepada masyarakat.

Kedua, menyelaraskan pembangunan mental dan spiritual dengan profesionalisme kerja. Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Sinergi Pemantapan Spiritual dan Profesionalisme Tata Kelola Kesekretariatan Menuju Sulawesi Tenggara yang Maju dan Bermartabat.”

Ketiga, memperkuat konektivitas dengan budaya lokal melalui pelestarian kebudayaan dan kearifan lokal.

Gubernur juga mengapresiasi kreativitas peserta yang memadukan lantunan shalawat dengan aransemen modern bernuansa lokal, termasuk penggunaan variasi ketukan musik etnik Sulawesi Tenggara.

“Sinergi dua lomba ini mari kita jadikan sebagai energi baru untuk memperkuat nilai spiritual dan nasionalisme kita di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

DWP Diminta Terus Dukung Ketahanan Keluarga ASN

Selain aspek spiritual, Gubernur meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan tetap menjunjung sportivitas.

Ia juga meminta seluruh kepala OPD memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan DWP. Menurutnya, keberadaan DWP memiliki peran dalam memperkuat ketahanan keluarga ASN dan mendukung terciptanya lingkungan birokrasi yang harmonis.

Pada kesempatan tersebut, secara resmi dinyatakan dibuka Lomba Shalawat Nabi antar-DWP OPD serta Lomba Kebersihan dan Kerapian Sekretariat DWP Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026.

Andi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan, tetapi mampu memperkuat kebersamaan dan sinergi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sultra.

“Mari kita kuatkan ikatan sinergi menuju Sultra maju, aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait