Kendari, Sultrademo.co – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., memimpin pertemuan bilateral bersama perwakilan Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan ini bertujuan menyinergikan program pembangunan daerah serta mematangkan persiapan agenda internasional UCLG ASPAC 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Siska memaparkan tiga isu krusial yang menjadi prioritas penanganan di Kota Kendari, yaitu penanganan banjir, revitalisasi sistem air minum/PDAM, serta pengelolaan persampahan.
Khusus terkait sampah, Pemkot Kendari tengah berupaya mencapai target nasional Waste to Energy pada 2027. Saat ini, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sisi hulu terus didorong, sementara peran Bank Sampah di tingkat kelurahan terus diperluas.
“Hingga saat ini, sekitar 30 dari 65 kelurahan sudah memiliki Bank Sampah. Kita ajarkan masyarakat memilah sampah agar memiliki nilai ekonomi,” jelas Wali Kota.
Selain isu lingkungan, Siska juga menyoroti potensi besar Kawasan Industri Terpadu (KKIT) seluas 1.500 hektar yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui forum UCLG ASPAC nanti, Pemkot berharap dapat menyerap teknologi dan praktik baik dari daerah lain di ASEAN.
Sementara itu, pihak PYC menyambut baik langkah nyata Pemkot Kendari. Perwakilan PYC, Nita Wartini, menekankan pentingnya realisasi rencana aksi agar kolaborasi tidak hanya berhenti di atas kertas.
“Kami akan melaporkan hasil kunjungan ini untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut dengan mitra terkait, termasuk pihak internasional,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk segera melakukan pendalaman teknis guna memastikan program kolaborasi dapat segera diimplementasikan.

















