Ini Alasan Walikota Imbau Masyarakat Tidak Laksanakan Sholat Berjamaah Di Mesjid.

  • Whatsapp



Kendari.Sultrademo.co
.Pemkot Kendari melalui Wali kota Kendari,Sulkarnain Kadir menghimbau seluruh masyarakat kota Kendari untuk tidak melaksanakan ibadah shalat tarawih secara berjamaah di Masjid melalui surat edaran yang dikeluarkan dengan nomor 138/24/2020.

Hal ini dilakukan guna memutus penyebaran covid-19 yang kian hari kian meresahkan masyarakat kota Kendari. Menurut Sulkarnain, Ramadhan kali ini memang terkesan sedikit berbeda dari ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Saya mengimbau untuk masyarakat shalat tarawih di rumah saja, buka puasa dan sahur juga di rumah saja,”kata Sulkarnain.(Kamis,23/04/2020).

Meski demikian, ia menyatakan bahwa silaturahmi tidak akan terputus dan akan tetap terjaga walaupun dengan cara yang berbeda.

“InsyaAllah silaturahmi kita tidak akan putus, kita tetap menyambung silaturahmi dengan cara yang berbeda. Dengan tetap mengikuti prosedur covid karena kita tidak ingin penyebaran Covid-19 ini tidak kita hindarkan, gara-gara kita melakukan kumpul bersama atau kontak satu dengan yang lain,”ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Sunardin mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah melarang untuk melaksanakan shalat.

“Kami sudah berdiskusi dengan walikota dan konsisten untuk menghimbau masyarakat muslim termaksud pengurus-pengurus masjid sebagai pengelola masjid untuk kita patuh dan taat terhadap himbauan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI),”katanya.

Apa yang dilakukan pemerintah ini untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran Covid-19, tambah Sunardin.

Menurutnya, Kondisi dan situasi sekarang ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid, karena kita tidak tahu siapa orang yang sudah terpapar virus ini. Dan kota Kendari juga sudah masuk daerah transmisi lokal, ini akibat dari masyarakat yang tidak mau diatur atau kapatuli.

Perlu di ingat bahwa pemerintah dalam hal ini walikota dan Majelis Ulama tidak pernah melarang masyarakat untuk melaksanakan shalat hanya saja mengalihkan tempat untuk pelaksanaan sholat tersebut.

Hani.

Pos terkait