Jalan Rusak Parah di Konsel, GMKM dan AMK Jempol Bawah Pemprov

  • Whatsapp
Ketgam, Ketua Umum GMKM, Kiki Ikram (kiri), Sekum GMKM, Erwin Moseka (tengah), Sekum AMK, Sarman (kanan)

Kendari, Sultrademo.co- Adalah Lembaga Gerakan Mahasiswa Konsel Menginspirasi (GMKM) dan Aliansi Mahasiswa Konsel (AMK) nampak geram melihat kondisi ruas jalan yang rusak parah di Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara. Tak kunjung diperbaiki, dua lembaga itu memberi jempol bawah untuk pemprov Sultra pertanda tak becus bekerja.

Hingga kini, jalan provinsi yang menghubungkan Kota Kendari, Kabupaten Konsel, Bombana, juga Konawe itu sudah sering kali memakan korban kecelakaan lalu lintas, bagaimana tidak, kondisi jalan sudah seperti kubangan sawah, belum lagi kendaraan sepuluh roda bermuatan berat melintas tiap hari bahkan seringkali terjebak hingga menyebabkan kemacetan. Buntutnya, warga setempat menanami pohon pisang tepat di badan jalan.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum GMKM Konsel, Kiki Ikram mengecam Pemprov Sultra yang cenderung membiarkan itu. Mestinya, kata kiki, jalan dimaksud harus diprioritaskan, mengingat itu adalah akses ekonomi masyarakat beberapa kabupaten.

“Seharusnya ini sudah diurus, tidak dibiarkan begitu, apa mereka bikin itu di Pemprov,” kata Kiki.

Ditambahakan Erwin Moseka, selaku Sekretaris Umum GMKM, bahwa Pemprov Sultra tidak boleh diam, pihaknya sadar bahwa saat ini semua disibukan dengan wabah peyakit yang dikenal covid-19, tapi lanjut Erwin, jalan yang rusak parah di Landono itu sudah sejak lama merindukan sentuhan tangan pemprov.

Sebab itu, tegas dia, tidak boleh ada alasan bagi pemprov untuk tidak memikirkan dan memperbaiki jalan dimaksud.

“Bukan soal ekonomi, ini lebih kepada kekhawatiran kita, akan semakin banyak korban lakalantas jika dibiarkan,” ujarnya menambahkan. Senin 6/4.

Sementara, pihak AMK, Sarman menerangkan, jalan dimaksud sebelumnya sempat diperbaiki, namun hanya sebatas ditambal sulam, itupun, tambah dia, proses pekerjaannya tidak efektif.

“Kalau tidak salah itu ditambal karena mau ada perayaan hari pangan sedunia tepatnya di Desa Boloso Kecamatan Angata ,” beber Sarman.

Aktivis IAIN Kendari ini mengatakan, semenjak beberapa bulan lalu, jalan itu sudah rusak parah, dan seringkali menelan korban kecelakaan. Mirisnya, hingga jalan ditanami pohon, pemprov tak ibah dan peduli sedikitpun.

“Saya selaku masyarakat Konsel merasa resah atas kejadian ini saya berharap pemprov Sulawesi Tenggara melalui dinas terkait segera adanya tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut, sebab jalan ini masuk jalan provinsi, otomatis bapak Gubernur Sulawesi Tenggara harus mengambil langkah,”pintanya. (AK)

  • Whatsapp

Pos terkait