Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 11 Mei 2026. Keputusan ini diambil menyusul meluasnya genangan air di sejumlah wilayah yang berdampak langsung pada ribuan warga, sekaligus menjadi langkah percepatan penanganan kawasan bantaran Sungai Wanggu sebagai titik kritis utama penyebab banjir.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, mengonfirmasi hal tersebut usai memimpin rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta unsur Forkopimda pada Selasa (12/5/2026).
“Per tanggal 11 Mei Pemerintah Kota Kendari sudah menetapkan Kendari tanggap bencana. Ini langkah awal untuk mempercepat seluruh rangkaian penanganan, khususnya di kawasan Sungai Wanggu yang menjadi sumber utama aliran air ke wilayah kota,” tegas Wali Kota Siska.
Pemerintah langsung bergerak melakukan sejumlah tindakan darurat, antara lain menutup sejumlah pintu air atau pintu klep setelah debit air mulai surut, serta mengoperasikan pompa penyedotan genangan di kawasan permukiman warga. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Pertanian terkait penanganan banjir di wilayah aliran Sungai Wanggu.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR bersama BWS Wilayah VII Sulawesi kini mulai menyiapkan pembangunan tanggul darurat sebagai solusi jangka pendek. Menurut Wali Kota Siska, penanganan di Sungai Wanggu sangat krusial karena berkontribusi besar terhadap persoalan banjir tahunan di Kendari.
“Kurang lebih 60 persen banjir di Kota Kendari sumber alirannya dari sini, sehingga memang membutuhkan penanganan lebih serius dan terpadu,” ungkapnya.
Pembangunan tanggul tersebut nantinya akan dilakukan secara bersamaan melalui kolaborasi tiga tingkatan pemerintahan: kota, provinsi, maupun pusat. Sinergi ini diharapkan agar penanganan banjir tidak berlarut-larut dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari menargetkan, rangkaian penanganan darurat serta pembangunan tanggul Sungai Wanggu ini dapat menjadi solusi awal yang efektif untuk menekan risiko banjir yang selama ini terus berulang setiap kali musim hujan tiba.












