Ketua AMPI Sultra, Radhan Algindo Nur Alam (Foto: Ilfa / sultrademo.co)

Kendari, Sultrademo.co – Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Radhan Algindo Nur Alam mengungkapkan potensi besar pemuda milenial dalam membangun bangsa di masa depan. Ia mengatakan, pemuda dan anak milenial memiliki pemikiran yang seksi artinya secara kualitas, teknologi dan kaya akan inovasi.

“Maka dari itu, kedepan akan lahir pemimpin-pemimpin dari kalangan anak muda yang baik akhlaknya dan baik dari segi agama untuk mensejahterakan masyarakat,” Ungkap Radhan kala menjadi narasumber di salah satu stasiun TV lokal di Sultra, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, sebagai generasi penerus bangsa, sangat penting membangun sumber daya manusia (SDM) para pemuda milenial agar kelak para pemuda memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa.

sultrademo

“Maka dari itu, kita bangun dulu sumber daya manusia (SDM) pemuda kita, setelah itu program apapun yang kita lakukan pasti akan berjalan dengan Ridho Allah SWT,” sambungnya.

Radhan memaparkan, AMPI sendiri merupakan organisasi masyarakat yang didirikan oleh Partai Golkar. Meski demikian, Ia mengungkapkan siapapun bisa bergabung dengan AMPI.

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Tandatangani KUA PPAS APBD 2021

“Jadi ASN Pun bisa masuk didalam, nelayan, petani dan AMPI ini semi independen, artinya AMPI ini tidak perlu kita ber-Golkar untuk ber-AMPI dan Golkar juga tidak perlu ber-AMPI untuk ber-Golkar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, 90 persen yang terlibat dalam AMPI dari kalangan anak muda dan kaum milenial. Kegiatan dari AMPI lanjutnya, memiliki program kerja pada umumnya yang bekerja sama dengan organisasi-organisasi kepemudaan lainnya.

“Yang di dalamnya bisa Partai Golkar dan bisa di luar Partai Golkar, AMPI banyak berkegiatan sosial kepemudaan dan kami juga hadir di beberapa seminar untuk bagaimana bersama teman-teman pemuda untuk kita belajar bersama,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, setelah dilantik, dirinya fokus dalam seminar pembelajaran, meskipun ada beberapa kegiatan yang terhambat karena adanya pandemi Covid-19.

“Kami tidak bisa selalu mengadakan program yang mengumpulkan teman-teman sejak pandemi Covid-19, makanya saya fokus di seminar pembelajaran. Bagaimana pemuda atau milenial dapat bermanfaat untuk masa depan,” harapnya.

Laporan : Ilfa
Editor : MA

Komentar