Ketua BEM UHO Minta Gubernur dan Kapolda Sultra Serius Menangani Pencegahan Penyebaran Virus Corona

  • Whatsapp

Kendari, Sultrademo.co – Warga Sulawesi Tenggara dihebohkan dengan beredarnya video Warga Negara Asing (WNA) asal China masuk ke Kota Kendari melalui Bandara Halu Oleo pada Minggu malam (15/3). Ketua BEM Universitas Halu Oleo Kendari, Fandi Priyono menilai peristiwa yang menjadi perbincangan hangat masyarakat Sultra tersebut menandakan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra dalam hal Ini Gubernur Sulawesi Tenggara tidak cukup serius dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Sultra.

Fandi Priyono menganggap percuma saja tempat wisata di tutup dan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi di liburkan jika pintu-pintu keluar masuk seperti bandara dan semisalnya masih terbuka lebar bagi orang-orang yang berasal dari daerah atau negara yang sudah terpapar virus Corona.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat khawatir jangan sampai masuknya TKA atau warga negara asing lainnya yang berasal dari negara terpapar virus Corona ini juga ada yang melalui jalur laut dan jalur darat ? Bisa saja kan?,” Keluhnya saat dihubungi Via Telepon Selasa 17 Maret 2020.

Ia berharap Gubernur Sultra Ali Mazi dapat mengambil tindakan lebih efektif sebagai upaya preventif jika betul-betul peduli terhadap masyarakat Sultra, tidak hanya sekedar mengeluarkan surat edaran semata karena terbukti dari vidio yang beredar menandakan bahwa masih sangat leluasa bagi orang luar yang berasal dari negara terpapar virus corona masuk ke Sultra.

“Saya meminta Gubernur Sultra Ali Mazi untuk lebih fokus terhadap kepentingan masyarakat Sultra dan mengedepankannya bukan fokus pada hal-hal lain,” tambahnya.

Selain itu Ia juga meminta Kapolda Sultra bertanggung jawab penuh atas pernyataannya tentang beredarnya vidio masuknya puluhan TKA asal Cina di Sultra yang menimbulkan kegaduhan dan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, ditengah Kekhawatiran tentang penyebaran virus corona yang semakin meningkat.

“Dalam situasi dan kondisi seperti ini seharusnya seorang pimpinan kepolisian sekelas Kapolda Sultra memberikan pernyataan yang akurat sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan kesimpangsiuran Informasi terhadap masyarakat bukan malah sebaliknya,” sesalnya.

Laporan : FS

Pos terkait