Kota Kendari Jadi Percontohan Atasi Stunting Secara Konkret

Ketgam : Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu

Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya menurunkan angka stunting dengan mengeluarkan beberapa kebijakan.

Salah satu kebijakan kongkrit yang dikeluarkan yakni melakukan pengukuran secara berkala kepada ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak usia di bawah 2 tahun.

Bacaan Lainnya

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, pengukuran dibutuhkan untuk mendapatkan angka real dan sudah dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Persoalan jumlah yang diukur itu, kemudian mengakibatkan peningkatan jumlah itu adalah konsekuensi karena semakin banyak diukur kemungkinannya akan semakin banyak yang terindikasi stunting, ” terang Asmawa, Senin, (06/11/23).

Dengan upaya tersebut, Asmawa menyebutkan di tahun 2022 ke 2023 kota Kendari mengalami penurunan angka stunting kurang lebih 4,5℅.

“Dari 24 menjadi 19,5 dan ini dibawah angka nasional 20℅ artinya langkah-langkah yang kita lakukan selama ini cukup produktif, ” ujarnya.

Tak sampai disitu, Pj Wali Kota juga menyebutkan di tahun 2023, Pemkot Kendari bahkan mengeluarkan satu kebijakan baru melalui perwali yang dinamakan Anak Asuh Stunting.

“Dimana masing-masing pejabat, pimpinan dan anggota DPRD termasuk dunia usaha kita ajak berkolaborasi bersama-sama untuk menangani satu anak dibawah 2 tahun satu ibu hamil dan satu ibu menyusui. Jadi dilakukan intervensi spesifik kepada mereka dan hasilnya selama kurang lebih 6 bulan dilakukan intervensi mereka bisa kita keluarkan dari kategori stunting, ” jelasnya.

Dengan capaian tersebut, Kota Kendari berhasil masuk dalam satu dari 3 daerah di Indonesia yang menjadi contoh penanganan stunting secara konkrit.

“Kita punya target kita harus lebih rendah dari penurunan stunting secara nasional dan untuk Sultra yang sangat signifikan penurunan angka stuntingnya di kota Kendari, ” imbuhnya.

Laporan : Hani
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait