Konawe Utara, sultrademo.co– Mahasiswa IAIN Kendari yang sedang menjalankan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Konawe Utara, Kecamatan Andowia mengadakan Sosialisasi Dampak Negatif Pernikahan dini degan mengangkat tema ” Revitalisasi Pendidikan Karakter Menuju Nalar Sehat Generasi Puturistik”. Yang bekerja sama degan DP3A, Dikbud, BKKBN, dan Kemenag Kabupaten Konawe Utara, Di aula anawai ngguluri Kantor bupati. Kamis, (04/08/2022).
Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini ini merupakan kerja sama antara mahasiswa KKN IAIN Kendari pada wilayah kecamatan Andowia dan dinas terkait. Program ini dilaksanakan agar anak SMA mendapat pemahaman tentang dampak negatif menikah di usia dini. Diketahui sebanyak 100 Peserta perwakilan dari jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang mengikuti sosialisasi tersebut.
Wahyu selaku Pelaksana penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi pernikahan dini ini merupakan kegiatan yang bertujuan memberikan motivasi serta pencerahan bagi para siswa-siswi bahwa dibandingkan menikah di usia dini, pendidikan merupakan hal yang lebih utama bagi seseorang tanpa memperhatikan gender atau jenis kelamin karena pendidikan adalah sarana seseorang meraih kesuksesan.
Sosialisasi dilaksanakan oleh mahasiswa KKN IAIN Kendari wilayah tugas di kecamatan andowiah tahun 2022 sebagai bentuk program kerja.
“Kami harap siswa-siswi SMA serta mahasiswa lainya agar paham rencanakan masa depan anak sebaik mungkin, sebagai bekal menuju keluarga sejahtera. Menikmati masa muda terlebih dahulu sebelum menikah,” ujar wahyu.
Sementara itu, Bupati Konawe Utara H. Ruksamin melalui asisten tiga Laonjo pada sambutan pembukaan acara sosialisasi mengatakan bahwa, kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN merupakan bentuk nyata kepedulian kepada anak remaja terkhusus yang saat ini sedang menduduki bangku sekolah menegah, selain itu merupakan pengabdian terhadap kesiapan mental, organ reproduksi dan psikologis anak yang belum matang, sehingga ada baiknya tidak terburu-buru menikah.
“Pernikahan usia dini dapat memicu perbedaan pemikiran antar pasangan muda yang pada akhirnya bisa menyebabkan saling menyalahkan satu sama lain. Hal tersebut disebabkan oleh belum siap mental serta emosi yang belum matang. Sehingga dalam pernikahan nanti, tak jarang pernikahan hanya bertahan hitungan bulan. Ia berharap, melalui sosisalisi yang berisikan edukasi ini, siswa memahami untuk tidak terburu-buru menikah pada usia muda. Mengingat banyak negatif dari pernikahan dini.
Dirinya mengaskan bahwa pernikahan usia dini perlu di lakukan pencegahan secara masif mengingat dampaknya sangatlah buruk antara lain yang kerap terjadi ialah tingginya kekerasan dalam rumah tangga, perceraian dan polah asuh yang tidak baik terhadap anak.
Namun jika demikian terjadi pernikahan pada usia dini ada beberapa yang perlu di perhatikan yang pertama Jagan sampai melakukan tindakan kriminalisasi, kedua harus tetap memperhatikan kepentingan baik bagi anak, yang tiga harus memperhatikan hak kelangsungan hidup perkembagan dan penghargaan terhadap anak, ke empat partisipasi di mana di butuhkan peran penting untuk mencegah pernikahan usia dini, kelima pemberdayaan dan pendampingan terhadap anak yang menikah di usia dini
Untuk itu, Laonjo mengajak kepada seluru peserta sosialisasi dapat memahami dampak negatif dari pernikahan dini. Tak lupa pihaknya mewakili pemerintah Konut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu kepada mahasiswa KKN IAIN Kendari yang mampu menfasilitasi kegiatan tersebut dan upaya dalam melakukan pencegahan pernikahan di usia dini
Usai kegiatan berlangsung di lanjutkan pula degan pemebkalan materi dari dinas pendidikan dan kebudayaan Konawe Utara, dinas P3A, BKKBN, dan pihak kemenag kabupaten Konawe Utara
Laporan: Supriyadin Tungga






