Massa MBG Watch Segel Simbolis Kantor BGN, Desak Audit Program Makan Bergizi Gratis

Koalisi MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Jakarta, Sultrademo.co Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi MBG Watch menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh serta audit terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam aksi tersebut, massa melakukan penyegelan simbolis dengan membentangkan tali kuning menyerupai garis polisi di depan gedung BGN. Sejumlah poster bertuliskan “Gedung Ini Kami Segel”, “Rombak Total MBG”, hingga “Audit MBG” juga terlihat dipasang di area kantor.

Bacaan Lainnya
 

Aksi itu turut menarik perhatian masyarakat dan pengguna media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Threads @maureenicious yang memperlihatkan suasana demonstrasi di depan kantor BGN.

“Barusan banget lewat Kebon Sirih, ternyata gedung Badan Gizi Nasional ‘disegel’. Makasih masyarakat yang beraksi, aku bantu bunyiin klakson tadi,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Dalam unggahan yang sama, akun tersebut juga menyebut adanya ajakan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan kepada peserta aksi dengan membunyikan klakson saat melintas di sekitar lokasi.

Selain berorasi, para demonstran membawa berbagai peralatan dapur seperti panci dan sutil yang dibunyikan sepanjang aksi berlangsung. Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari seruan yang sebelumnya disampaikan MBG Watch melalui media sosial.

“Kalau suara kami masih juga tidak didengar, maka kami turun ke jalan. Ayo makin berisik. Bawa panci, sutil, dan struk belanjaan,” demikian isi seruan yang diunggah MBG Watch.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @mbg.watch, salah satu orator menyoroti penggunaan anggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai terdapat ketimpangan antara manfaat yang diterima masyarakat dengan berbagai pengeluaran yang dilakukan oleh penyelenggara program.

“Fakta hari ini, semua pengadaan BGN tidak relate dengan penerima manfaat. Warga penerima manfaat menikmati Rp8.000-Rp10.000, tapi mereka yang ada di dalam menikmati hotel, hidangan mewah, perjalanan dinas,” ujar orator dalam aksi tersebut.

Menurutnya, sejumlah pengeluaran tersebut bahkan mencapai ratusan juta rupiah setiap hari.

“Itu ratusan juta per hari. Maka hari ini, kami ingin menyegel gedung BGN sebagai bentuk kekecewaan kami pada mereka,” lanjutnya.

Aksi berlangsung di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, BGN dipimpin oleh Nanik S. Deyang yang dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Ia didampingi Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai wakil kepala.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung, sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis di lapangan.

Koalisi MBG Watch menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi dan audit menyeluruh guna memastikan program yang ditujukan untuk masyarakat tersebut berjalan sesuai tujuan serta bebas dari praktik penyimpangan.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani

Pos terkait