Kendari, Sultrademo.co – Komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk membangun kota yang tangguh terhadap bencana terus diwujudkan secara konkret. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Bencana tahun 2025, yang dilangsungkan di Aula Kantor Kecamatan Mandonga, Selasa (20/5/2025).
Acara yang melibatkan camat, lurah, serta perwakilan masyarakat se-Kecamatan Mandonga ini dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Kendari bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Adriana Musaruddin, yang hadir mewakili Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
Dalam sambutannya, Adriana menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sebagai bagian dari strategi mitigasi dan peningkatan ketangguhan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena menyasar langsung elemen masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah kita, serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangannya. Edukasi ini bukan hanya soal respons saat bencana terjadi, tetapi juga kesiapsiagaan sejak dini,” ujar Adriana.
Sebagai daerah yang memiliki potensi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi, Kota Kendari membutuhkan pendekatan yang sistematis dalam penguatan kapasitas masyarakat. Salah satu langkahnya adalah dengan menyampaikan informasi secara menyeluruh dan mudah dipahami oleh warga.
Kegiatan KIE Bencana ini menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya manajemen risiko bencana berbasis komunitas. Selain materi mengenai jenis-jenis bencana dan tata cara evakuasi, peserta juga mendapatkan informasi praktis terkait sistem peringatan dini (early warning system), peran relawan, serta upaya pemulihan pasca bencana.
“Kami ingin membentuk ekosistem masyarakat yang tanggap, siaga, dan terorganisasi saat menghadapi situasi darurat. Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat,” jelas perwakilan BPBD Kota Kendari dalam sesi diskusi.
Dalam kegiatan ini, BPBD juga mengajak peserta untuk aktif bertanya dan menyampaikan pengalaman atau kendala di lapangan terkait penanganan bencana. Respon antusias masyarakat Kecamatan Mandonga pun terlihat jelas, menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap isu kebencanaan.
Lebih lanjut, Adriana berharap sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremonial semata, namun ditindaklanjuti dengan pembentukan kelompok siaga bencana di tingkat kelurahan dan RT/RW, sehingga informasi yang diterima bisa disebarkan secara berjenjang ke seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin membentuk masyarakat yang tidak hanya tahu bagaimana cara menyelamatkan diri, tapi juga mampu membantu sesama, menjaga lingkungan, dan membangun kembali kehidupan pasca bencana secara mandiri,” tegasnya.
Sosialisasi KIE Bencana ini menjadi bagian dari langkah Pemkot Kendari dalam membangun kota yang resilien, sesuai dengan target nasional dalam kerangka Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan pembangunan berkelanjutan. BPBD Kota Kendari pun berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang menyasar berbagai kecamatan di kota ini.
Dengan edukasi yang merata dan partisipasi masyarakat yang aktif, Kota Kendari optimis dapat menciptakan ruang hidup yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai dinamika alam di masa mendatang.
 






