BASALA , Sultrademo.co – Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) II Konawe Selatan (Konsel) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) di beberapa kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Dari hasil Monev mereka menemukan beberapa kegiatan tahun 2019 lalu yang tidak berfungsi bahkan tidak mempunyai azas manfaat.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRD asal Dapil II, yang juga sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Konsel, Ramlan bahwa dirinya bersama rekan-rekan anggota DPRD Dapil II lainnya melakukan monev di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Basala, Benua, dan Kecamatan Angata.

Monev di Kecamatan Basala, mereka mengunjungi pekerjaan pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum – Ibu Kota Kecamatan (SPAM – IKK) yang meliputi Desa Basala, Lipu Masagena, Epeesi dan Desa Iwoi Mendoro.

sultrademo

“Dari hasil Monev kami tadi diketahui, bahwa kegiatan SPAM – IKK Basala tersebut tidak berfungsi alias tidak mempunyai asas manfaat. Kegiatan tersebut dikerjakan tahun anggaran 2019 lalu. Dan sesuai data yang kami terima dari Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemda Konsel, alokasi anggaran yang dihabiskan pada kegiatan tersebut sebesar Rp 1,5 Miliar yang bersumber dari APBD,” terang Ramlan melalui Whatsappnya.

Baca Juga :  Mappilu PWI Minta Pelanggar Protokol Kesehatan Disanksi

Kata Ramlan, pembangunan SPAM – IKK tersebut bukan hanya tidak berfungsi, tetapi juga sebagian fasilitasnya sudah mengalami kerusakan dan sudah dipenuhi alang-alang.

“Informasi dari masyarakat jaringan pipanya sudah masuk di empat desa, hanya saja airnya tidak pernah mengalir atau berfungsi hingga saat ini,” jelasnya.

 

Komentar