Mustafa : Membangun itu Gampang, Menjaga yang Susah

Kendari, Suktrademo.co- Dalam rangka pemenuhan target Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Nasional (RP JMN) 2015-2019 yakni pencapaian target 0% kawasan kumuh pada tahun 2019. Diperlukan percepatan pembangunan pemukiman kumuh pada provinsi dan kabupaten kota.

Untuk mencapai target tersebut, Balai Prasaranan Pemukiman Wilayah melalui Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Pemukiman Provinsi Sulawesi Tenggara, melaksanakan kegiatan percepatan penanganan pemukiman kumuh prioritas Kota Kendari.

Bacaan Lainnya
 

Tujuan utama kegiatan itu yakni meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemerintah daerah mengenai konsep kekumuhan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

“Karena membangun itu gampang tapi yang paling susah adalah memeliharanya,” ucap Mustafa Plt Kepala Balai Prasarana Pemukiman Sulawesi Tenggara usai mengikuti kegiatan penataan kawasan kumuh bungkutoko dan petoaha. Senin, 07/10/2019.

Anggaran yang disediakan untuk pembangunan kawasan kumuh tersebut diperkirakan kurang lebih 40 milyar untuk 2 periode pembangunan yakni tahun 2019-2020.

Adapun pihak yang terlibat dalam proses pembangunannya yakni:
1. Pekerjaan peningkatan kualitas pemukiman kumuh Kota Kendari kawasan bungkutoko (NSUP) dilaksanakan oleh PT.KARYA SYARINIS PRATAMA dengan biaya rp. 23.258.510.000 pada tanggal 23/09/2019-18/06/2020 (270 hari kalender)
2. Pekerjaan peningkatan kualitas pemukiman kumuh kota kemdari kawasan petoaha (NSUP) dilaksanakan oleh PT.INDOPENTA BUMI PERMAI dengan biaya Rp. 16.666.155.000 pada tanggal 23/09/2019-18/06/2020.

Dan Untuk tahap awal, Mustafa menyatakan saat ini tengah dilakukan proses perluasan akses jalan menuju lokasi pembangunan untuk memudahkan kendaraan operasional melintas di kawasan tersebut.

Laporan Hani
Editor : AK

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait