Pasca Penetapan DPTHP-2, KPU Kendari Mulai Data DPK dan DPTb

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Pasca penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) secara nasional pada tanggal 15 Desember 2018 lalu, kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari melakukan pendataan dan pendaftaran untuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan daftar pemilih tambahan (DPTb).

Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Shaleh menjelaskan, dengan ditetapkan DPTHP-2 maka DPT sudah final, jumlah DPTHP-2 inilah yang kemudian akan dijadikan patokan dalam pencetakan surat suara dan formulir C6.

Bacaan Lainnya

Dengan ditetapkan DPTHP-2, KPU Kota Kendari telah mengumumkan DPTHP-2 melalui PPS di kantor kelurahan masing-masing dalam wilayah Kota Kendari sejak Selasa (25/12) hingga 27 Desember 2018.

“Makanya kami imbau dan ajak warga Kota Kendari untuk kembali melihat pengumuman DPTHP-2 dan mengecek apakah sudah masuk atau belum terdaftar. Jika belum terdaftar maka silahkah melapor kepada PPS untuk didaftar dalam DPK,” Ungkap Jumwal Shaleh kepada Sultrademo.co.

Dijelaskannya, daftar pemilih khusus adalah warga negara yang belum terdaftar dalam DPT atau DPTHP-2 tapi sudah memenuhi syarat sebagai pemilih yakni sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah menikah.

Bagi warga Kota Kendari bisa juga mengecek status terdaftar dalam DPTHP melalui aplikasi KPU RI Pemilu 2019 yang bisa didownload melalui playstore.

“Jika belum terdaftar dan sudah memenuhi syarat sebagai pemilih maka silahkan melapor sama PPS dengan memperlihatkan KTP atau KK, untuk didaftar dalam DPK,” tandasnya.

KPU Kota Kendari juga saat ini sedang melakukan pendataan penyusunan daftar pemilih tambahan (DPTb) atau pemilih yang akan pindah memilih pada hari H pemungutan yang akan datang.

“Pemilih seperti ini sudah terdaftar dalam DPTHP-2, namun dia memastikan tidak akan menggunakan hak pilihnya pada TPS dia berdomisili saat hari H nanti,” jelasnya.

Sesuai dengan PKPU No. 11/2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri, Pasal 36 ayat 3 disebutkan mereka yang dimaksud kategori pindah memilih memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari H pemungutan

b. Menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yg mendampingi

c. Penyandang disabilitas yg menjalani perawatan di panti sosial/rehabilitasi

d. Memjalani rehabilitasi narkoba

e. Menjadi tahanan di rutan atau Lapas

f. Tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi

g. Pindah domisili

h. Tertimpa bencana alam

Bagi warga yang mau pindah memilih disilahkan melapor atau menghubungi PPS di tempat domisilinya, setelah dicek di DPTHP-2 bahwa yang bersangkutan telah terdaftar maka akan dibuatkan formulir  pindah memilih atau Formulir Model A5-KPU.

Didalam formulir A5-KPU ini memuat identitas pemilih meliputi NIK, nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, alamat tempat tinggal pemilih, dan TPS asal pemilih. Selain itu juga memuat alamat dan TPS tujuan, serta jenis surat suara yang diterima pemilih.

“Seorang warga yang pindah memilih tidak menutup kemungkinan akan memperoleh sebagian surat suara saja,” ujarnya.

Dicontohkannya seorang pemilih jika pindah memilih antar kecamatan yang berada dalam satu Dapil maka dia akan memperoleh semua jenis surat suara mulai dari surat suara DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPRRI, DPDRI, dan Pilpres.

“Misalnya si-A pindah dari Kecamatan Kambu ke Baruga, maka dalam formulir A5-nya diceklis semua menerima surat suara,” katanya.

Jika seorang pemilih pindah memilih antar kecamatan yang berlainan Dapil, maka dia tidak akan mendapatkan surat suara untuk DPRD kabupaten/kota pada hari H pemungutan nanti. Jika pindah memilih antar kabupaten yang berbeda Dapil maka pemilih tersebut hanya memperoleh surat suara DPRRI, DPDRI, dan Pilpres. Dan pemilih yang pindah memilih antar provinsi berarti dia hanya memperoleh surat suara Pilpres, karena Sultra masuk satu Dapil tersendiri untuk pemilihan DPRRI dan DPDRI.

Sesuai PKPU Nomor 32 tahun 2018 tentang Perubahan kedua PKPU Nomor 7 tahun 2017 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilu 2019, dendaftaran DPK berlangsung sejak 28 Agustus.

 

Pos terkait