Pembekuan BEM Unair Dicabut, Menteri Pendidikan Tinggi Tegaskan Kebebasan Mahasiswa Disertai Tanggung Jawab

Sultrademo.co – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro meminta Universitas Airlangga (Unair) untuk mencabut pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas tersebut. Satryo menyatakan telah menyampaikan langsung permintaan ini kepada Rektor Unair, yang segera merespon positif.

“Saya sudah berbicara dengan rektor Unair tadi malam untuk membatalkan pembekuan BEM, dan beliau menyatakan kesiapan untuk melaksanakannya,” ungkap Satryo.

Bacaan Lainnya
 
 
 

Satryo menegaskan bahwa pemerintah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan pendapat, namun kebebasan itu harus diiringi dengan akuntabilitas dan tanggung jawab.

“Kebebasan yang dimiliki mahasiswa harus dilandasi tanggung jawab terhadap publik, dan ini perlu dijaga dengan baik,” tegasnya.

Setelah pertemuan antara pihak BEM dan dekanat pada hari yang sama, pembekuan BEM FISIP Unair resmi dicabut.

Pembekuan tersebut awalnya dipicu oleh karya seni satire berupa karangan bunga yang viral di media sosial, yang mengucapkan selamat atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karangan bunga tersebut dipasang di Taman Barat FISIP Unair pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Menurut Tuffahati Ullayyah, Presiden BEM FISIP Unair, karya seni satire ini telah direncanakan dua minggu sebelum pelantikan presiden.

Ia mengungkapkan bahwa pihak BEM telah melakukan kajian ilmiah sebelum pemasangan, yang diharapkan dapat menjadi bentuk kritik kreatif dari mahasiswa.

“Kami berharap mahasiswa belajar menyampaikan kritik dengan cara yang kreatif melalui kajian dan karya seni ini,” kata Tuffahati.

Namun, karya seni tersebut memicu kontroversi hingga berujung pada pembekuan BEM FISIP Unair, yang kini telah dicabut atas instruksi Kementerian.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait