Pemda Konut Luncurkan Program PKP Sebagai Upaya Menjamin Ketersediaan Pangan

Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin (Foto/Istimewa)

Konawe Utara, sultrademo.co– Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), meluncurkan Program Pemanfaatan Kebun Pekarangan (PPKP) sebagai upaya menjamin ketersediaan pangan di daerah Konut.

Dilansir dari laman resmi sultra.antaranwes.com Bupati Konawe Utara H. Ruksamin mengatakan, program prioritas pemkab melalui PPKP itu dalam rangka menjamin ketersediaan pangan, menumbuhkan perekonomian daerah, dan mencegah inflasi.

Bacaan Lainnya
 

Ia mengatakan program PPKP tersebut sejauh ini sudah disosialisasikan ke seluruh wilayah Konawe Utara. Menurut dia, pemerintah daerah telah mengundang seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk mengevaluasi sejauh mana program ini dilaksanakan.

“Ini salah satu kebijakan yang saya ambil untuk mendukung anggaran tahun depan melalui anggaran dana desa (ADD) disiapkan antara Rp500 sampai Rp600 juta per tahun, namun bagi desa yang belum membuka lahan perkebunan, akan ditunda dulu,” ungkap Ruksamin.

Lanjutnya, program itu juga bertujuan untuk membantu menangani tiga permasalahan nasional yaitu inflasi, stunting, dan kemiskinan ekstrem, sehingga pemerintah menjawab tiga permasalahan itu dengan program PPKP.

Sementara itu, menyikapi program Pemda Konawe Utara tersebut, Dinas Ketahanan Pangan melalui Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Ahmad Sukanto Thayeb menuturkan bakal mensukseskan PPKP pada tahun 2023 ini.

Pihaknya mengaku dinasnya mendapat kepercayaan oleh Pemda sebagai sekretariat dalam hal ini bertindak untuk mengurus segalah administrasi termaksud penyuplai bibit pada masing-masing dinas

“Selain program PPKP yang bakal di jalankan program Pemanfaatan Pangan Lestari (P2L) juga masih akan terus lakukan pada 2023,” ungkapnya saat di konfirmasi media ini, Minggu, 15/01/2023

 

Laporan : Supriyadin Tungga

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait