Baubau, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau resmi mencanangkan pembangunan Kebun Raya Samparona di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, sebagai upaya pelestarian tanaman endemik yang terancam punah.
Program ini menjadi bagian dari Quick Win atau Program 100 Kerja unggulan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE, dan Wakil Wali Kota Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc. Pencanangan disertai penanaman perdana tanaman langka dilakukan pada Kamis (22/5/2025), menandai dimulainya proyek konservasi jangka panjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, Halfia, menjelaskan bahwa pembangunan kebun raya ini bertujuan meremajakan dan membudidayakan flora khas Baubau yang kini semakin langka, seperti pohon asam, kecapi, sirsak, cendana, serta kedondong bombone.
“Tanaman-tanaman ini nyaris punah karena penebangan atau alih fungsi lahan. Dalam 10-50 tahun terakhir, masyarakat sulit menemukannya di lingkungan sekitar,” ujar Halfia dalam keterangan persnya.
Kebun Raya Samparona tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga pusat edukasi dan penelitian.
“Masyarakat, pelajar, maupun peneliti dapat melihat langsung upaya pembudidayaan tanaman endemik di sini. Ini langkah konkret menjaga kelestarian hutan kota dan identitas ekologis Baubau,” tambahnya.
Proyek ini akan memadukan fungsi konservasi dengan rekreasi, di mana area kebun raya akan dilengkapi fasilitas penunjang untuk pengunjung. Selain di Samparona, Pemkot juga akan melakukan penanaman serupa di kebun kota lainnya sebagai bagian dari perluasan program penghijauan.
Wali Kota Yusran Fahim menegaskan, pembangunan Kebun Raya Samparona merupakan komitmen Pemkot dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi ekologi dan budaya yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari DLH, akademisi, dan masyarakat, Pemkot Baubau optimis kebun raya ini akan menjadi ikon baru kota yang menggabungkan keindahan alam, edukasi, dan kesadaran lingkungan.
Laporan : Uci Lestari
Editor : UL









