Pemkot Baubau Luncurkan Layanan Kesehatan Door-to-Door, Integrasikan Posyandu Aktif untuk Jangkau Kelompok Rentan

Ketgam : Wakil Wali Kota Baubau, Hamsinah Bolu melaunching layanan primer dan penguatan gerakan Posyandu Aktif untuk menjangkau kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

Baubau, Sultrademo.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau meluncurkan inisiatif pelayanan kesehatan komunitas secara door-to-door di Kelurahan Labalawa, Selasa (20/5/2025).

Program ini menggabungkan sinergi layanan primer dan penguatan gerakan Posyandu Aktif untuk menjangkau kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Peluncuran tersebut diresmikan oleh Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., yang menegaskan komitmen Pemkot dalam memperluas akses kesehatan hingga ke tingkat komunitas.

Bacaan Lainnya
 

Dalam sambutannya, Wa Ode Hamsinah Bolu menjelaskan bahwa layanan door-to-door ini melibatkan tenaga kesehatan, dokter, dan kader Posyandu yang secara aktif mendatangi rumah warga.

“Ini adalah terobosan untuk mengatasi tantangan keterjangkauan layanan, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Dengan pendekatan kolaboratif, kami integrasikan peran Puskesmas, Pustu (Puskesmas Pembantu), dan Polindes (Pondok Bersalin Desa) sebagai ujung tombak layanan primer,” ujarnya.

Ia menambahkan, Posyandu tidak lagi sekadar kegiatan bulanan, tetapi bertransformasi menjadi pusat edukasi dan deteksi dini masalah kesehatan.

“Posyandu Aktif harus proaktif menjangkau masyarakat, bukan menunggu. Ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan pelayanan publik yang adaptif dan responsif,” tegas Wakil Wali Kota.

Program ini dirancang dengan pendekatan partisipatif, melibatkan kader Posyandu sebagai garda terdepan. Melalui pelatihan intensif, kader dibekali kemampuan untuk melakukan pemantauan kesehatan dasar, edukasi pencegahan penyakit, serta merujuk kasus ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.

“Sinergi antar sektor adalah kunci keberhasilan. Tanpa kolaborasi, mustahil mewujudkan layanan yang merata,” tambah Wakil Wali Kota sembari mengajak tokoh masyarakat, mitra pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif ini.

Peluncuran layanan kesehatan door-to-doordiharapkan menjadi model percontohan bagi kelurahan lainnya. Dengan pendekatan ini, Pemkot Baubau optimis dapat menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mendeteksi dini risiko penyakit di masyarakat.

“Kesehatan adalah hak dasar. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal,” pungkasnya.

Laporan : Uci Lestari
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait