Muna Barat, Sultrademo.co – Aksi demonstrasi dilakukan Ikatan Mahasiswa Pemuda Muna Barat (IMPMB) Jakarta di depan kantor KEMENDAGRI. Kamis, 5 Januari 2023
Dalam tuntutannya, IMPMB meminta Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) mengevaluasi kinerja Dr, Bahri sebagai Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) dan menggantinya dengan pejabat yang lebih berkompeten dengan alasan, Bahri memiliki kinerja kurang baik berdasarkan hasil evaluasi kinerja triwulan pertama oleh Kemendagri.
Sejumlah mahasiswa itu juga menyuarakan bahwa serapan anggaran Pemerintah Daerah Mubar per bulan Juni 2022 hanya ada pada kisaran 16,33%.
IMPMB menduga, Bahri selaku Pj Bupati melakukan pelanggaran jabatan administrasi dalam memimpin daerah dan hanya sekedar mencari popularitas di tengah aroma politik yang diperbincangkan bahwa dia akan tampil sebagai calon Bupati Mubar pada 2024.
Tuntutan tersebut menuai kecaman dari sejumlah kalangan Pemuda Mubar.
Seperti yang disampaikan salah satu pemuda Kecamatan Barangka, La Munduru. Ia menilai aksi tersebut cenderung membuat gaduh, menurutnya aksi itu ditunggangi pihak tertentu dan tidak berdasar.
“Jangan karna kepentingan orang tertentu mau diperalat, kualitas mahasiswa itu penting untuk dijaga. Kalo mau tahu kondisi Mubar saat ini, pulanglah. Kita sudah merasa lebih baik dengan kepemimpinan Bahri saat ini,” ujar La Munduru, Sabtu (7/1).
Terkait langkah Pj Bupati Bahri terjun langsung ke lapangan yang dianggap pencitraan menurut pria yang juga Ketua Lembaga Barisan Aktivis Keadilan Sulawesi Tenggara (Bakin Sultra), hal itu sangat subyektif.Karena semua yang dilakukan Pj Bupati berdasarkan regulasi.
“Awal kehadiran Pj Bupati di Mubar, daerah kita penuh dengan masalah. Beliau menyelesaikan itu dengan baik dan sesuai keinginan masyarakat. Jadi bukan pencitraan,” jelasnya.
Kata pemuda yang berasal dari Desa Wuna ini semua kebijakan Bahri selama menahkodai Mubar saat ini berbuah manis.
“Dari berbagai sumber, serapan anggaran Mubar Tahun 2022 adalah 96 persen, untuk penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik kita terbaik di Sultra, padahal sebelumnya kita dalam zona merah menurut Ombudsman RI,” tutupnya.
Hal yang sama juga diungkapkan pemuda Kecamatan Lawa, Muhamad Holil, ia cukup prihatin dengan sejumlah tudingan IMPMB Jakarta kepada Pj Bupati Mubar.
“mereka belum tahu perkembangan Mubar saat dipimpin oleh DR Bahri, malah demo terkait masalah di Mubar, baiknya mereka turun langsung di mubar melakukan perbandingan dari kepemimpinan sebelumnya dan kepemimpinan saat ini sebelum melakukan aksi” ujarnya.
Padahal menurutnya, Mubar saat ini terjadi dampak regenerasi dari kepemimpinan Pj Bupati Bahri yang mengarah pada perbaikan dan peningkatan kepercayaan publik.
Pemuda yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Haluoleo ini juga menilai Pj Bupati serius dalam menanggapi beragam kritik publik dengan melakukan banyak langkah strategis.
“Setiap ada keluhan masyarakat, Pj Bupati hadir di lapangan untuk memberikan solusi dan bukan janji. Saat ini mari kita dukung langkah beliau untuk menuntaskan pembangunan Kantor Bupati,DPRD dan Mesjid Agung Mubar” pungkasnya.
Penulis : Tamzil
 






