Raha, Sultrademo.co –Masyarakat Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam bergaul, sebab penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di daerah itu per tahun 2022 mencapai 57 orang. Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan, Kabupaten Muna, Samudra Taufik, Selasa 17 Januari 2022.
“Berdasarkan data yang ada, total penderita HIV AIDS yang masuk di tahun 2019 hingga 2022 berjumlah 57 orang. Namun, dari jumlah itu ada yang putus obat dan meninggal, sedangkan beberapa pasien lain pindah layanan dan dirujuk kembali di tempat tinggalnya. Jadi, per Desember 2022, jumlah yang berobat total 30 orang. Makanya mereka ini akan terus kami dampingi dalam melakukan pengobatan,” kata Samudra Taufik saat ditemui diruangannya kemarin (16/1).
Taufik mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya mencegah penyebaran virus HIV dan AIDS agar tidak memakan korban baru, salah satunya dengan terus menyuarakan terkait bahaya virus predator tersebut kepada masyarakat khususnya kalangan remaja.
Menurut Taufik, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah melakukan promosi kesehatan disetiap puskesmas yang ada di wilayah kerjanya, agar fungsi penyuluhan yang berkaitan dengan bahaya virus HIV dan AIDS dapat diketahui oleh masyarakat luas. Dengan begitu, kata dia, pencegahan terhadap penularan virus tersebut dapat dimaksimalkan, sedangkan penanganan pasien yang telah tertular dapat diatasi dengan baik.
“Pasien yang telah tertular akan diberikan obat untuk menahan laju pertumbuhan virus. Kami juga rutin melakukan penyuluhan dan ada petugas promosi kesehatan di puskesmas yang akan menjelaskan terkait bahaya virus ini. Selain pihak puskesmas, kami juga akan bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan agar populasi penderita HIV dan AIDS dapat ditekan,” tuturnya.
Taufik juga mengatakan, pihaknya juga terus menggaungkan kepada masyarakat bahwa penderita HIV dan AIDS tidak mesti dijauhi, tetapi diberikan semangat untuk rutin mengonsumsi obat.
“Jadi, penderita HIV dan AIDS ini tidak harus dijauhi oleh orang-orang disekitarnya khususnya keluarga. Saya juga berharap, pengetahuan tentang bahaya HIV dan AIDS akan dibekali kepada masyarakat yang hendak merantau. Selain itu juga para perantau harus diingatkan agar tidak membawa ole-ole HIV dan AIDS untuk keluarganya sebab virus ini datangnya dari luar daerah muna,” jelas Taufik.
Sebagai informasi, salah satu puskesmas yang dipercaya menangani penderita HIV dan AIDS di wilayah Muna adalah Puskesmas Katobu. Puskesmas ini menyediakan obat antiretrovital (ARV) untuk meningkatkan kualitas hidup penderita HIV.
Laporan: Pitra
 






