Penerbitan Sertifikat Lambat, BPN Konawe Dinilai Tak Becus

  • Whatsapp

Unaaha, Sultrademo.co- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai tidak becus dalam menjalankan tugas pokok dan pungsi khususnya program pengadaan sertifikat tanah masyarakat Konawe melalui Resdistribusi Tanah (Redis).

Hal tersebut diungkapkan Jamal Ahmad, Kades Wawoone, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Kata dia, sejak 2019, kurang lebih 200 bidang sertifikat yang diusulkan ke BPN baru 57 terbit, selebihnya belum dikeluarkan dengan alasan tidak jelas.

Bacaan Lainnya

“Setiap saya tanya itu sertifikat mereka bilang masi ditanda tangan di Kanwil Provinsi, sampai sekarang alasannya begitu terus, padahal berkasnya selesai sejak tahun 2019,” ujarnya.

Usulan sertifikat dari beberapa desa di Kecamatan Wonggeduku, baru Desa Wawoone yang terbit sertifikatnya, itupun hanya sebagian, sementara desa lainnya belum terbit sama sekali.

“Kalau dulu kita urus sertifikat, tidak pernah menyebrang tahun tapi ini sejak tahun 2019 suda bulan April 2020 belum keluar sertifikatnya, mungkin karena Kepala BPN jarang berkantor dan ada mafia dalam pengurusan sertifikat, karena setiap kami mau temui dia tidak perna ada di kantornya,” ungkapnya.

Dikonfirmasih, salah seorang pegawai BPN Konawe yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, hingga saat ini usulan sertifikat tersebut memang masih di BPN Provinsi dan belum ditanda tangan. Alasannya, pejabat yang sekiranya bertanda tangan telah pensiun.

“Itu yang mau tandan tangan di BPN Provunsi sudah pensiun jadi kita masi tunggu siapa yang mau tanda tangan itu usulan, makanya kepala BPN Konawe tidak mau tanda tangan juga, jadi sekarang kita menunggu sampai selesai ditanda tangan,” jelasnya. Selasa 7/4.

Laporan : Jumardin
Editor : AK

  • Whatsapp

Pos terkait