Kendari, sultrademo.co – Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, Dr. H. M Najib Husain, S.Sos,. M.Si momentum Pemilihan Wali Kota Kendari 2024 menilai kompetisinya akan jauh lebih ketat.
Pasalnya dalam hajatan lima tahunan tersebut status incamben sudah tidak ada sehingga semua calon punya peluang untuk menjadi Wali Kota Kendari.
“Kompetisinya akan jauh lebih ketat kalau menurut saya karena memang pemilihan Wali Kota kali ini status incamben sudah tidak ada maka semua calon punya peluang untuk kemudian maju sebagai Wali Kota,” ujar Dr. H. M Najib Husain, S.Sos,. M.Si, saat ditemui, pada Jumat (17/2/2023).
Ditambah lagi banyak calon yang sudah memasang baliho untuk maju sebagai calon Wali Kota Kendari. Ada Sulkarnain Kadir, Siska Karina Imran (SKI), Aksan Jaya Putra (AJP) Giona Setya Nur Alam, Ishak Ismail dan ada nama baru Sudirman yang sepertinya juga akan maju.
Kendatipun demikian dirinya menilai pemilihan Wali Kota Kendari biasanya selalu menggunakan pakem lama. Seperti daratan misalnya selalu berpasangan dengan kepulaun itu biasanya pakem yang sering digunakan.
“Saya tidak tau apakah 2024 nanti pakem itu kemudian sudah ditinggalkan dan ada pasangan yang misalnya sama-sama daratan maupun sama-sama kepulauan karena itu bukan harga mati sebenarnya,” terangnya.
Apalagi dengan melihat Kota Kendari sebagai pemilih yang heterogen dan menjadi pemilih yang rasional maka kata Najib pendekatan pakem kepulauan dan daratan bisa saja mengalami pergeseran.
Untuk diketahui pelaksanaan Pilkada serentak 2024 akan digelar pada Rabu 24 November 2024.
Laporan: Muh Sulhijah
















