Baubau, Sultrademo.co – Sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan dan pembangunan masyarakat, Posyandu dinilai memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas pemerintahan kelurahan.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Tingkat Kota Baubau 2025 yang dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Rabu (16/4/2025).
Wa Ode Hamsinah Bolu menekankan, perubahan status kelembagaan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/LKK) memerlukan regulasi baru sebagai landasan hukum.
“Posyandu tidak boleh hanya menjalankan program rutin, tetapi harus terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan kelurahan,” tegasnya.
Beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi:
- Sumber Daya Manusia (SDM): Jumlah dan kompetensi kader Posyandu belum optimal.
- Anggaran: Keterbatasan keuangan di tingkat kelurahan, yang bukan merupakan organisasi perangkat daerah, menghambat operasional Posyandu.
- Fasilitas: Status gedung dan kelengkapan alat penunjang layanan belum memadai.
Wakil Wali Kota mendorong seluruh anggota Pokjanal Posyandu untuk:
- Mengusulkan program pendukung Posyandu dalam anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.
- Berperan aktif sebagai penggerak di tingkat rumah tangga, lingkungan, dan instansi.
- Memastikan layanan Posyandu sesuai standar untuk mencapai target kinerja.
“Masa depan bangsa bergantung pada aksi kolaboratif kita hari ini. Mari rawat anak-anak melalui Posyandu, karena merekalah yang akan membangun Indonesia ke depan,” seru Wa Ode Hamsinah
Rapat ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan, mengingat Posyandu tidak hanya mitra kelurahan, tetapi juga ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.
Laporan : Uci Lestari
Editor : UL









