Pererat Solidaritas, TP PKK Buton Utara Peringati Hari Ibu di Pantai Membuku

Buton Utara, Sultrademo.co Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, memanfaatkan momentum peringatan Hari Ibu untuk memperkuat kohesi antar-organisasi perempuan.

Melalui kegiatan temu akrab atau family gathering yang digelar di Pantai Membuku, Desa Kadacua, Kecamatan Kulisusu, Minggu (21/12/2025), para perempuan diajak untuk membangun sinergi dalam suasana yang lebih cair.

Bacaan Lainnya
 
 
 

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus TP PKK, tetapi juga melibatkan sejumlah organisasi perempuan lainnya di Buton Utara, antara lain Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT), Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta PD Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI).

Ketua TP PKK Kabupaten Buton Utara, Suhaemi Sudia Afirudin, mengatakan, kebersamaan antar-pengurus organisasi perempuan merupakan modal sosial yang penting. Hal ini diperlukan untuk mendukung keberlanjutan berbagai program pemberdayaan keluarga di daerah tersebut pada masa mendatang.

”Kegiatan ini menjadi momen untuk membangun solidaritas dan kekompakan antar-pengurus, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025,” ujar Suhaemi.

Pemilihan lokasi di kawasan wisata Pantai Membuku bertujuan menciptakan suasana santai dan lepas dari rutinitas formal. Suhaemi berharap, suasana alam yang terbuka dapat meningkatkan semangat kerja para pengurus dalam menghadapi tantangan program kerja berikutnya.

Sekretaris Umum TP PKK Kabupaten Buton Utara, Muliana, menjelaskan bahwa peringatan Hari Ibu kali ini mengusung tema ”Ibu sebagai Guru Pertama dan Terbaik bagi Anak-Anak” dengan subtema ”Kasih Ibu Kasih Abadi”.

Tema tersebut dipilih untuk merefleksikan kembali peran sentral seorang ibu dalam ranah domestik, khususnya dalam pendidikan karakter anak.

”Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu tidak pernah pudar oleh waktu dan kondisi. Ibu selalu hadir untuk anak-anaknya,” kata Muliana.

Suasana keakraban terlihat saat para peserta mengikuti berbagai perlombaan ringan yang menguji kekompakan, mulai dari lomba memasukkan paku ke dalam botol, estafet piring berisi tepung, hingga joget berebut kursi dan berpasangan. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba sebagai simbol apresiasi atas partisipasi mereka.

Editor: Muhammad Sulhijah
Laporan: Risal Saputra

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait