Pilkada Konsel, Arsalim “Turun Nyali” Imran Dorong Anaknya?

  • Whatsapp
Ketua DPW Partai Gerindra Sultra, Imran (kiri) dan ketua DPC Gerindra Konsel, Arsalim (kanan)

Konawe Selatan, Sultrademo.co- Dinamis, begitulah politik, tak ada yang tidak mungkin, dan sekejab bisa saja berubah, geraknya kadang tak terukur, waktunya kadang tak terduga, ibarat hukum gerak Newton dalam ilmu fisika, gerak dan gaya akan saling mempengaruhi, keduanya erat hubungannya dengan kondisi semesta.

Politik juga demikian, kondisi alamiah dan lingkungan sewaktu-waktu dapat mempengaruhi gerak, dan gaya politik

Bacaan Lainnya

Masih ingat siapa figur paling pertama muncul sebagai penantang sang petahana, Surunuddin Dangga?.

Dia adalah Arsalim Arifin, seorang doktor yang saat ini masih mendampingi Surunuddin sebagai wakilnya.

Beberapa waktu silam, jauh sebelum figur-figur lain muncul sebagai penantang, Arsalim telah lebih dulu tampil sebagai penantang, saat itu dihadapan wartawan, dia mengakui akan “cerai” dengan Surunuddin. Dengan kata lain, posisi dia sebagai Ketua Gerindra Konsel akan menantang petahana.

“Kalau sudah ditunjuk sebagai petugas partai, harus menjalankan perintah partai,” katanya di rumah kediaman Imran beberapa bulan lalu.

Sebelum pernyataan Arsalim, telah lebih dulu dipertegas “Sang Maestro Pembangunan Konsel” julukan sebagian masyarakat untuk Imran, dia adalah bupati pertama Konawe Selatan dua periode, yang tak lain adalah guru politik Arsalim sekaligus “bosnya” di partai Gerindra.

Ketika itu suasana buka puasa, Mei 2019 lalu. Masih dihadapan wartawan, Imran dengan penuh percaya diri menyebut sudah tidak sepaham dengan Surunuddin, sehingga Arsalim dan Surunuddin tidak akan bergandengan lagi.

“Iya akan cerai, Arsalim dan Surunuddin akan pecah kongsi, alasannya sederhana, kami dengan Surunuddin sudah tidak sejalan lagi,” jelasnya.

Pernyataan itu lalu didefiniskan dengan upaya publikasi secara masiv di media sosial. Tim sayap ketika itu langsung terbentuk, antara keduanya seolah ada sekat, aromanya tak lagi berbau harmoni.

Kini, semangat itu seperti pupus, hilang tak berkabar. Hingga beberapa partai politik telah menutup pendaftaran, bahkan sudah dibuka lagi pendaftaran (diperpanjang), belum ada nama Arsalim muncul sebagai pendaftar. Semangat sosialisasi baik oleh tim dan simpatisannya tak lagi nampak dijagad maya.

Alih-alih Wahyu, karib disapa Yuyu, Putra Imran yang tidak pernah disebut-sebut sebelumnya justru tiba-tiba muncul , dia bahkan sudah mendaftar di Partai Demokrat.

Apakah ini pertanda Arsalim “turun nyali”, tidak punya lagi semangat untuk maju, Imran tidak lagi memberinya kepercayaan, atau karena faktor lain.

Arsalim yang coba dihubungi belum merespon, sementara, Imran khusus kepada Sultrademo.co mengaku tidak ada urusan dan belum tahu sama sekali sikap Arsalim saat ini.

Menurut Imran, perihal belum mendaftarnya Arsalim, termaksud bagaimana sikap Ketua Gerindra Konsel itu kedepan belum dia tahu, bahkan Wahyu sendiri yang sudah mendaftar ke partai Demokrat juga tidak diketahuinya.

Namun begitu, sambung Anggota DPR RI itu, munculnya Wahyu sebagai salah satu bakal calon di Konsel merupakan bagian dari upaya partai dalam menunjukan kadernya, soal siapa yang dianggap layak, nanti masyarakat yang menentukan berdasarkan tingkat kesukaan mereka.

“Saya itu beranggapan, banyak kader, tokoh pemuda, dan calon pemimpin yang semua bisa kompetitif, jadi kita dalam rangka menjaring bibit unggul,” katanya.

Semakin banyak calon, lanjut dia, maka semakin baik, proses politik akan mengantar masyarakat pada siapa yang layak maju.

“Saya disini bukan dalam posisi sebagai ayahnya Wahyu, tapi sebagai Ketua Partai, kita lihat siapa diantara mereka yang berani,” katanya. Senin 21/10.

Diakui Imran, saat itu dirinya pernah menyebut jika Arsalim akan pisah dengan Surunuddin, namun tidak berarti bahwa Arsalim yang akan maju.

“Resikonya tinggi kalau saya suruh orang maju, saya kan tidak bilang bahwa Arsalim lah yang akan maju saat itu, saya hanya bilang pecah kongsi, artinya Gerindra akan melawan, hanya kan orang mengartikan kalau yang akan maju itu adalah Arsalim sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Konsel,” ujarnya melalui via telepon.

Hingga kini, kabar majunya Arsalim masih belum ada kejelasan. Imran sendiri berkata akan menyerahkan sepenuhnya bagaiamana Arsalim menentukan sikapnya.

Penulis : Aliyadin Koteo

Pos terkait